Menulis Untuk Berpikir

Di usia yang semakin bertambah ini, saya semakin dihadapi dengan pemikiran untuk meninggalkan jejak di dunia ini. Terkadang hal-hal yang membahagiakan, saat-saat penemuan dalam hidup saya akan suatu pemikiran, segalanya seringkali terlewat dan terbang begitu saja dari dalam  kepala saya. Menurut saya,  tidak pernah ada ‘tahun-tahun biasa’ saja dalam hidup saya. Banyak cerita tentang bagaimana saya menemukan orang-orang yang hidup dengan sangat berbeda dengan saya. Hal-hal kecil setiap minggunya yang begitu saja saya lewati. Saya sih, berjanji pada diri sendiri untuk setidaknya menulis seminggu sekali. Ini memberikan saya sebuah 'Pekerjaan Rumah' yang harus saya selesaikan setiap minggunya. Menulis menjadi terapi tersendiri bagi saya untuk merefleksikan hidup saya setiap minggunya. Karene ternyata memang menyenangkan menjadi manusia yang berpikir. 

Photo by : Dwi Uli

Awalnya, saya hanya ingin blog ini menjadi rumah bagi pemikiran-pemikiran aneh saya yang terkadang terlalu sulit dicerna oleh orang lain. Saya pun bingung dan menulis dengan kacau dalam blog ini. Belakangan, saya ingin belajar untuk menyampaikan pendapat dan pemikiran dengan lebih baik kepada orang lain. Sepertinya,kita tidak hanya harus belajar berani bicara, tetapi setelahnya kita harus belajar ‘bagaimana’ menyampaikan pendapat dengan baik. Disatu sisi lain, saya ingin mengurangi kebergantungan saya untuk menceritakan hal-hal kurang penting pada orang lain. Percayalah, secara tidak langsung, terkadang curhat itu membuat orang lain lelah.  Jika secara tidak sengaja, kamu membuka blog saya ini dan mengambil sebuah pelajaran dari apa yang saya tulis, well itu sebuah bonus besar bagi saya!

“Devotes yourself to create something that gives you purpose and meaning.” – Morrie Schwartz

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!