Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Ritual Puasa (?)

Gambar
Bulan Ramadhan akan segera usai dalam beberapa hari. Sudah beberapa kali Ramadhan, saya tidak menjalani Bulan Ramadhan di rumah. Sibuk bekerja atau berkelana ke beberapa daerah memanfaatkan waktu-waktu minim turis. Dari dulu memang saya bukan penggemar besar keramaian. Namun ternyata, tahun ini saya mendapatkan sebuah insight dari menjalani Puasa di luar Pulau Jawa. Sebagian besar puasa saya jalani di Tanah Papua, walaupun warung-warung makan tutup karena pemiliknya adalah orang Makassar atau Jawa, tetap saja suasana Puasa tidak kentara.


Untuk sekedar informasi, belakangan saya selalu mempertanyakan tentang hal-hal terkait dosa dan pahala. Tentang bagaimana dulu, saya adalah seorang manusia kikir beragama. Teringat tokoh "The Businessman" dalam buku Little Prince  yang mengumpulkan bintang-bintang dan menghitung ulang, terus menerus, for the sake of 'mengumpulkan'. Orang bilang, Bulan Ramadhan adalah saatnya kita mengumpulkan Pahala sebanyak-banyaknya, karena ini a…

Reading Points : Why We Lie, National Geographic (June 2017)

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat unggahan akun @natgeo di Instagram tentang edisi yang akan terbit di bulan juni ini. Sebuah edisi yang akan mengupas tentang "Kenapa Manusia Berbohong?". Bagi saya, topik ini sangat menarik (coba tengok tulisan saya tentang Truth). Jadi, saat kemarin malam saya berhenti sejenak di toko buku bandara dan melihat edisi ini sudah terbit, saya segera membeli National Geographic Edisi Juni 2017 dengan Cover yang cukup provokatif  bertuliskan kalimat tebal 'Why We Lie?'.


Sebagai manusia yang hidup dengan nilai-nilai etis dan moral, tentunya kita bisa menilai bahwa kebohongan adalah sebuah cacat perilaku. Namun, ada masanya kita melonggarkan prinsip hidup kita itu karena hal-hal tertentu bukan? Ada yang orang bilang sebagai 'White Lie' kebohongan untuk kebaikan. Namun terkadang ada juga kebohongan-kebohongan kecil yang menurut kita tidak berdampak apa-apa hanya karena kita ingin menghindari percakapan yang terlalu panjang. Lalu …

Nanti di Bandara.

Gambar
Kamu tahu apa kesalahan terbesar kita tentang dunia?
Kita selalu berpikir bahwa waktu adalah milik kita dan selalu ada nanti. Kamu selalu tersenyum saat mengantarku ke bandara. Berkali-kali kamu katakan, “Sampai Jumpa nanti.” Aku ingin bilang, sesekali jadilah seorang yang egois untuk memintaku tinggal. Karena saat yang terucap adalah kata nanti, Aku hanya bisa menarik napas dan berdoa dalam-dalam semoga nanti itu benar adanya.
Kita tak pernah tau bagaimana Sang Waktu mau membagi dirinya untuk kita.
Sore itu, kamu terduduk sambil melamun memandang hujan rintik di luar jendela kamar. Secangkir kopi hitam hangat selalu ada dalam jangkauan jemari mu. Jangan terlalu terikat kuat, kita tidak boleh jadi orang seperti itu. Ucapmu sore itu. Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu. Kita tidak menjadikan aku dan kamu sesuatu wujud yang baru yang harus dituruti. Ini adalah saat-saat aku ingin memelukmu dan mengatakan, Jangan terlalu serius, dahi mu jadi mengkerut. Aku tahu kamu hanya …

Menulis Untuk Berpikir

Gambar
Di usia yang semakin bertambah ini, saya semakin dihadapi dengan pemikiran untuk meninggalkan jejak di dunia ini. Terkadang hal-hal yang membahagiakan, saat-saat penemuan dalam hidup saya akan suatu pemikiran, segalanya seringkali terlewat dan terbang begitu saja dari dalamkepala saya. Menurut saya, tidak pernah ada ‘tahun-tahun biasa’ saja dalam hidup saya. Banyak cerita tentang bagaimana saya menemukan orang-orang yang hidup dengan sangat berbeda dengan saya. Hal-hal kecil setiap minggunya yang begitu saja saya lewati. Saya sih, berjanji pada diri sendiri untuk setidaknya menulis seminggu sekali. Ini memberikan saya sebuah 'Pekerjaan Rumah' yang harus saya selesaikan setiap minggunya. Menulis menjadi terapi tersendiri bagi saya untuk merefleksikan hidup saya setiap minggunya. Karene ternyata memang menyenangkan menjadi manusia yang berpikir. 

Awalnya, saya hanya ingin blog ini menjadi rumah bagi pemikiran-pemikiran aneh saya yang terkadang terlalu sulit dicerna oleh orang l…

I quit my job. So, What?

Gambar
When I do traveling, I found many people quit their job before they came to Indonesia. Some of them have been traveling for months. They said it took them years to realize that they can't live anymore with their current job. "The most boring job in the world!" they said. At some point in their life, they just complain on anything. Everything seems wrong. Then, they decided to travel, to escape. However, you can't just posted pictures on Instagram that "Yeay,  I quit my job and now, look, I'm laying on the beach!". You can fool people but you can't fool yourself. However, If you travel long enough. You will found that traveling can no longer be your escape. Soon, Traveling will push you to see things, to wonder about your existence. 

People I found on my journey, those who quit their jobs, actually said the same thing, "I think it's boring, I no longer learn anything.". Most of the cases, they said they are afraid they are missing …

Why you should and shouldn't do Freediving?

Gambar