Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Milestones

"There will be up and down, but mostly... it's just a so-so year." - MS. 
Tahun 2015 sudah hampir berakhir, dua belas bulan hampir berlalu.
Bagi saya, tahun ini adalah tahun roller-coaster. Jika mantan atasan saya dulu pernah mengucapkan kata-kata diatas, jelas sekali tahun ini bukan tahun yang "so-so" saja. Saya banyak kehilangan, tetapi disaat yang sama saya juga menemukan hal-hal yang baru.  

Desember 2014
Di bulan yang sama tahun lalu, saya ingat jelas saya sedang menerawang keluar ruangan dari lantai 3 sebuah gedung kantoran di Jakarta. Saya melihat hiruk-pikuk jalanan ibu kota dan kemacetan yang melanda sebuah jembatan layang. Akhirnya setelah empat bulan mencari pekerjaan, saya mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. "Inginkan" dengan berbagai alasan dan perencaan dalam kepala saya. Pada bulan ini saya berpikir bahwa "this is the end of my glory life. Welcome to Corporate Slave's life."


Januari 2015
Ini adalah bulan pertama sa…

Catalyst

Selamat Malam,

Semenjak saya memasuki dunia kerja, saya jarang sekali menulis di blog ini. Entah karena saya tidak punya cerita, atau saya tidak berniat untuk menceritakan cerita dalam hidup saya ke dalam blog ini. Walaupun saya masih punya banyak hutang menulis mengenai beberapa tempat yang pernah saya kunjungi, pada malam ini saya lebih ingin menulis tentang hidup saya.

September lalu saya genap berusia 23 tahun. Sebagian besar orang mungkin akan bilang saya masih sangat muda, umur saya belum ada seperempat abad. Saya baru lulus kuliah tahun lalu dan meniti karir di salah satu perusahaan multinasional.

Begini ceritanya...
Bulan itu seseorang yang sangat saya percayai memutuskan untuk pergi dari hidup saya, "Somehow, I don't understand how you think about something, it seems coming out of no where, then suddenly you do it. You'll be better off without me." begitu katanya pada hari itu. Pada saat itu, saya kecewa karena ternyata saya harus kehilangan teman seperjala…

Mengarungi Kehidupan

Gambar
Belakangan saya membaca sebuah buku berjudul "Rindu" karangan Tere Liye, dalam buku itu saya mendapatkan sebuah perumpamaan hidup bagaikan kapal. Ada pelabuhan-pelabuhan kecil, ada pula pelabuhan-pelabuhan besar dimana kita bisa berhenti, tetapi itu semua adalah pemberhentian, pada hakikatnya kapal kita akan berangkat menuju tujuannya yang lebih besar, yaitu kembali kepada Tuhan.

---

Dulu sebelum Kakek saya meninggal, beliau sempat berkata "Ah, aku mati saja lah. Udah nggak ada lagi yang aku cari di dunia ini." Nenek saya pun mengatakan demikian, cuma ditambah dia bilang dia sudah lelah, lagipula semua Anak-anaknya sudah besar dan berkeluarga. Akhirnya keduanya berpulang kepada Tuhan hanya dengan selisih waktu 6 bulan. Saat itu saya berpikir, Kenapa bisa ada orang yang merasa kematian itu lebih baik dibandingkan kehidupan? Namun semakin saya dewasa, saya semakin mengerti, bahwa tidak selamanya Hidup Panjang Umur itu baik. Bayangkan, semua orang yang kamu kenal tel…

Melihat dengan Mata: Ujung Kulon

Gambar
Mari kita mulai tulisan mengenai perjalanan ini dengan sebuah film perjalanan berjudul "The Secret Life of Walter Mitty." Bagi saya film ini merupakan salah satu film yang menohok bagi seorang pekerja kantoran. Dalam film itu diceritakan tentang seorang pria, pekerja kantoran, yang menjalani pekerjaan yang sama bertahun-tahun lamanya, dan tanpa sengaja terjebak dalam sebuah perjalanan mencari bagian negatif film yang hilang. Sebuah perjalanan yang membuat hidupnya tidak lagi dalam mimpi, tetapi menjalani mimpi itu sehingga menjadi kenyataan. Keluar dari zona nyaman dan menemukan keindahan dari ketidakpastian di luar sana.

Ada kata-kata dalam film itu yang menohok sekali bagi saya, yaitu "If I like a moment, I don't like to have a distraction of camera. I just want to stay in it. Right there.". Semenjak saya memiliki kamera DSLR saya sering kali membawa kamera saya kemana-mana, namun begitu saya melihat hasil jepretan saya dirumah saya sering kali kecewa, karena…

Ada Apa di Cianjur?

Gambar