Kuliah, Year One. "HIDUP MAHASISWA!"

Alright, sejak lama saya ingin menuliskan kisah-kisah masa kuliah saya. Setelah mengalami pasang surut kehidupan di kampus, saya bisa menyimpulkan bahwa masa kuliah saya (sejauh ini) adalah THE BEST DAY OF MY LIFE! Woo! Bukan berarti saya mengatakan bahwa selama 4 tahun masa perkuliahan saya, saya merasa bahagia dan tidak ada tantangan hidup sama sekali. Justru, yang membuat saya merasa "this is the best" karena ini adalah masa-masa dimana saya berjuang. Yes, College means survival.

Tanpa berlama-lama lagi saya akan menceritakan awal-awal masa perkuliahan saya, tingkat pertama saya mendapat titel "MAHASISWA". Saya mau menamakan awal-awal perkuliahan ini adalah masa-masa bodoh.

---
OSPEK
Layaknya univeritas negeri dan swasta di Indonesia, selalu ada masa-masa orientasi di awal perkuliahan. Yup, walaupun kampus saya termasuk kampus yang memiliki nama dan tenar dari sabang sampai mereauke (*well yang ini udah saya buktikan sendiri*), ternyata masih ada yang namanya ospek mengospek. Dikampus saya terbagi menjadi dua yaitu ospek tingkat universitas dan tingkat fakultas (dua tahun setelah saya kuliah, ditambah lagi dengan adanya ospek jurusan *WTF). Kakak saya adalah alumni universitas saya dan pernah mengalami pingsan ditengah-tengah latihan paduan suara di kampus saya, sampai kedua orang tua saya harus ke UGD menemui kakak saya. Namun, Tuhan menyelamatkan saya dengan mengikutkan saya pada Umrah di minggu seharusnya saya megikuti ospek universitas. Sebagaiman mahasiswa baru, selalu ada aturan-aturan usang namun tetap berkumandang, yang menakuti-nakuti mahasiswa baru seperti:
1. kalau nggak ikut ospek nanti nggak punya temen
2. Kalau nggak ikut ospek nanti ga dapet almamater
3. kalau nggak ikut ospek nanti nggak boleh ikut organisasi kampus
Ya, sebagai seorang mahasiswa yang bahkan tidak excited  saat pengumuman kelulusan uji universitas. I just don't care dan ketika saya kembali dari Umrah, ternyata ospek fakultas sudah dimulai. So, bagaiman dengan ketiga poin diatas? Well, tidak berlaku bagi saya. :P

Lalu ospek tingkat fakultas, saya adalah satu-satunya dari SMA saya yang masuk jurusan manajemen di kampus saya. Jadi technically  saya tidak punya teman. beruntung teman-teman satu kompetisi jaman saya SMA masuk fakultas yang sama dan saya diberikan sebuah nomor untuk menanyakan kelompok ospek saya untuk satu minggu ke depan. Saya masih ingat, waktu itu saya di minta untuk menghubungi "Ka Iriana" yang dimana adalah project leader dari ospek fakultas, yang saya asumsikan adalah wanita tetapi ternyata pria dan dipanggil "Upil", yang pada tahun ketiga justru jadi teman seperjuangan saya melewati sebuah kelas akuntansi. Baiklah tanpa ospek fakultas saya tidak akan menemukan teman-teman dekat saya pada tingkat pertama, saya akan kesulitan masuk organisasi (bukannya tidak bisa loh :P), dan yaa menurut saya ini adalah masa-masa bodoh.
Kami membuat name-tag sebesar gaban yang terlihat bodoh, dan sepanjang perjalanan ospek harus siap-siap diteriaki karena melakukan hal bodoh seperti tidak menggunakan atribut de el el. tetapi setidaknya yang membunuh kami yang ikut ospek fakultas adalah tugas esai menumpuk, dan ... well... akhirnya saya melihat sebuah celah untuk tidak mengikuti ospek fakultas selama seminggu. karena ospek dilakukan di masa seminggu pertama masa perkuliahan, setiap sore kami selalu ada kumpul bersama seorang mentor, menggunakan atribut lengkap seperti almamater dan name-tag. dan pada sore hari semua orang harus mengumpulkan tugas yang diberikan pada hari tersebut. yang saya lakukan adalah (jangan dicontoh): saya tidak pernah mengumpulkan tugas selama seminggu itu baik essai atau mengumpulkan tandatangan, seusai kumpul mentor saya buru-buru mencopot atribut saya dan melipatnya dalam tas. Voila! saya bahkan bisa menonton teman-teman saya yang sedang di ospek dari pinggir lapangan bersama senior-senior yang berperan galak. at the end... saya lulus ospek fakultas (berkat kebaikan nilai dari mentor saya, bless you ka puspa rini!) dan upil maap yaak, dulu gw kabur pas ospek lo haha, no wonder nilai ipk ospek gw cuma 2,05 :P
Yang lucu adalah karena saya tidak menggunakan almamater di kelas dan saya selalu duduk di kursi belakang saat masuk kelas, teman-teman seangkatan saya memanggil saya kakak dan menganggap saya mahasiswa senior yang sedang mengulang mata kuliah, lalu saya selalu bilang saya memang senior yang sedang mengulang. *ditimpuk batubata* 

ORGANISASI
Dikampus ini pula saya mengenal pertama kali kata "Profesionalisme". mengikuti kepanitiaan di kampus saya seperti sebuah keharusan bagi mahasiswa tahun pertama. Rasanya seperti membangun karir. misal mau masuk himpunan jurusan, maka ikutin deh tuh acara-acara dari himpunan jurusan, dari mulai jadi staff acara sampai nanti ada seleksi masuk organisasi. Yup, saya salut dengan himpunan jurusan saya yang sangat amat menerapkan sistem korporasi dari mulai sistem seleksi mahasiswa yang berhak masuk (sampai ada ujian tertulisnya loh!) sampai dengan sistem bagi hasil acara. Yang jelas, ini adalah saya merasa dibodohi oleh mbak-mbak CS perusahaan, masa-masa saya memasukan proposal acara dan berharap mendapatkan sponsorship. Saat saya merasa, kerja itu harus profesional dan pada akhirnya saya sadar, yang penting bukan kerja keras, tetapi kerja dengan cerdas. Saya sadar bahwa mendapatkan sponsor itu mustahil (ya masih ada kemungkinan 1%), jika tidak memiliki sanak sodara di perusahaan. Begitu juga dengan masuk ke dalam organisasi di kampus. dan beruntungnya saya masuk ke sebuah organisasi sebagai perintis ulang sebuah organisasi yang sudah vakum 2 tahun dan tidak memiliki senior yang harus dipatuhi macam bos korporasi. Kadang saya ingin mengatakan bahwa dibalik sebuah kepanitiaan yang profitnya sampai dengan puluhan juta, kerja keras itu tidak terbayar, jadi saran saya adalah jangan bekerja terlalu keras di sebuah kepanitiaan, keep in touch with the senior. you'll make it!. Saya juga pernah mengikuti sebuah kepanitiaan yang diakhir kepanitiaan tidak ada bagi-bagi "profit" dengan sebuah alasan yang menurut saya tidak dapat saya terima, dan bahkan saya tidak mendapatkan reimburse. Padahal acara tersebut adalah salah satu acara himpunan jurusan yang saya anggap paling profesional itu. yet, at the end it's all about profit. Di tahun 2 hingga akhir kuliah saya, saya tidak lagi pernah mengikuti kepanitiaan di kampus dari himpunan jurusan saya. ya, saya sudah jatuh cinta pada organisasi pecinta alam saya yang pada awalnya membawa segudang masalah, dan pada akhirnya saya tidak pernah menyesal mimilih masuk pecinta alam dibandingkan himpunan jurusan yang keliatannya mentereng itu.

TEMAN & ROMANSA
Saya pernah membaca sebuah artikel psikologi tentang kesempatan mendapatkan pacar atau bahkan calon suami sejak masa kuliah. Bagi wanita kesempatan terbaik adalah tingkat pertama, karena bisa mencari dari teman seangkatan sampai senior tingkat akhir. Semakin menuju tingkat akhir maka kesempatan kamu mendapatkan pasangan (yang lebih tua dan dewasa terutama) akan semakin berkurang. Well... tanpa saya sadari dari teman-teman yang saya temukan ketika ospek fakultas, saya mulai berteman dekat dengan seseorang. Dikarenakan sebuah kasus yang menimpa teman saya, (oh! ini kalau diceritain butuh waktu semaleman untuk menulisnya dalam sebuah blog.), pada intinya karena kasus pinjam-meminjam uang, saya dan seseorang ini (hmmm kita sebut saja mr. F). jadi sering bertukar cerita. dan pada akhirnya... Mr. F ini menyatakan perasaan kepada saya, di waktu yang sangat tidak tepat, di saat saya merasa galau menjadi mahasiwa, nilai-nilai saya yang sedang anjlok drastis, disaat saya merasa gagal. Sejuh ingatan saya, saya tidak pernah merasa perlu untuk berteman dengan banyak orang, kalaupun iya saya membagi teman menjadi dua teman bisnis, dan teman yang memang teman. Mr. F dan kedua teman saya lainnya memang saya anggap teman saya yang memang teman. Kami sering menghabiskan waktu hingga malam di perpustakaan untuk bermain game atau surfing internet, kami juga sering menghabiskan waktu dengan bermain bulu tangkis bersama. Hingga beberapa bulan kemudian, things all get weird, it's just two of us. beberapa kali saya hanya jalan berdua tanpa memberitahu kedua teman lainnya. Okay, let's jump into the end of the story.
Pada malam itu saya sangat bingung karena teman saya yang saya anggap seperti abang saya menyatakan hal yang saya tidak ingin dengar, hal yang sudah saya wanti-wanti sejak jauh-jauh hari, sejak saya mulai merasa dia posesif karena saya sering membangga-banggakan teman-teman pecinta alam saya. But it happened and we never be in a relationship. it took almost 2 years to have lunch at the same table again with him. "Eh wi kemana aja lo?" adalah sebaris kata-kata dari setelah dua tahun berlalu. lucunya, selama 2 tahun itu kami kan satu kampus dan bahkan bisa berpas-pasan dijalan. Sekarang Mr.F sudah move-on dan begitu juga dengan saya. We move on and have two different path way. Well, if you've ever read my blog, especially this part, saya cuma mau bilang:
Saya tidak pernah menyesal berteman dengan kamu (Bagaimana dengan kamu?), dan saya menikmati masa-masa kita pergi nonton saat kita belajar hingga pagi subuh, atau sekedar makan dikantin. Seandainya saja waktu itu kamu menunggu sedikit lebih lama untuk menunggu hidup saya sedikit membaik, mungkin tidak perlu 2 tahun untuk akhirnya berbaikan dan sekedar makan disatu meja yang sama lagi di kantin.  have a happy life bro! 

Itu adalah sekilas curhatan saya di tahun pertama saya kuliah, masa-masa awal saya merasa saya adalah seorang yang hebat. Masa-masa saya merasa bangga karena tidak harus lagi menggunakan seragam untuk pergi ke kampus. Masa yang menjadi awal masa keemasan saya menjalani 3 tahun berikutnya. Tingkat satu dan saya merasa hidup tidak terlalu berbeda dengan SMA, namun waktu itu saya belum tahu, bahwa dengan memutuskan sebuah keputusan kecil seperti pindah kamar kos.an, membawa masa-masa kuliah saya menjadi suatu hal yang menakjubkan. this is gonna be AWESOME!        
Oh saya hampir lupa, di tahun pertama, lebih tepatnya disebuah kelas bernama "Matematika Ekonomi dan Bisnis". Seorang laki-laki yang duduk didepan saya, menoleh kebelakangan untuk menanyakan sebuah persoalan matematika kepada saya dan teman saya. Seorang laki-laki kurus (Sekarang udah nggak kurus lagi :P) berambut keriting yang  menjadi laki-laki pertama di kampus saya yang melihat saya menangis karena sebuah tugas akuntansi bernama Accurate dan kemudian menjadi sahabat saya hingga sekarang. Thanks to you bro Y!. " Gw nggak akan ngelewatin semester 2 dan dapet gelar cum laude kalau di semester dua itu lo nggak bantuin gw ngerjain accurate dan tugas lainnya."   
  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!