Pejalan Bodoh




"Stupid is stupid does'' - Forest Gump
---

Teringat sebuah film yang sudah empat kali saya putar, Forest Gump, sebuah kata-kata yang saya ingat adalah barisan huruf-huruf yang saya tulis diatas.Menurut kata-kata itu, jika seorang melakukan hal yang bodoh maka bisa dibilang ia orang yang bodoh walaupun dia seorang intelektual sekalipun. Dan karena itu, sudah bisalah saya menyandang predikat bodoh itu, toh saya merasa melakukan hal-hal bodoh diperjalanan kemarin.

CAUTION: NEVER EVER TRY IT ALONE!

#Modal Nekat - Hitchike
Sudah lama saya ingin ke Gumuk Pasir yang ada di Parangkusumo, Yogyakarta. Pernah mencoba untuk kesana dan gagal. Kali ini hanya dengan seorang diri saya mencoba kembali kesana. Ketika pergi kesana orang-orang yang saya temui dijalan sudah memperingati saya, "eh mbak nanti disana tinggal dimana? kalo lewat jam 5 udah ga ada mobil loh." Saya teringat sebuah masjid yang dulu pernah saya lewati saat pergi kesana bersama teman-teman saya, dengan cukup percaya diri saya bilang. "oh saya udah ada tempat menginap kok disana.". Awalnya saya kesana hanya ingin melakukan satu hal, foto kaki di gumuk pasir dan mengirimkannya pada teman saya yang sedang berada di timur indonesia sana, hanya sebuah lelucon ingin mengatakan bahwa saya lebih dulu kesana daripada dia. Entah kenapa akhirnya saya disana hingga matahari mulai tenggelam. Pukul 5 lewat. dalam hati, "Shit, ini sih mana dapet mobil. ah yaudah lah coba dulu aja ke jalan raya."

Keasikan nonton sunset di Gumuk Pasir
Menunggu di jalan raya, sendirian. lima belas menit menunggu, tidak ada sekalipun angkutan umum yang lewat. akhirnya dengan setengah nekat, modal jempol, sayapun mencoba menumpang. mengulurkan lengan pada tiap mobil yang lewat. Ada yang plat B, kebanyakan AB, dan ada juga plat-plat dari daerah lain. Karena saya sendirian, saya juga pilih-pilih mobil, kalo dari jauh udah keliahatn isinya kaum adam semua saya langsung menarik tangan saya. sekitar 15 - 20 menit saya mengulurkan tangan. tidak ada mobil yang berhenti. Dan entah hanya perasaan atau tidak, beberapa orang dari dalam mobil menatap saya heran atau dengan sedikit tawa. Sial. Tiba-tiba saya berpikir "what the hell I am doing here all alone?"

Faktanya, Hitchhike (menumpang mobil orang) tidak semudah yang saya pikir. Untungnya tidak lama kemudian, ada mobil angkutan terakhir yang lewat dan akhirnya saya bisa juga keluar dari daerah itu tanpa harus bermalam bersama para peziarah yang datang ke masjid diparangkusumo. Karena kalo dipikir-pikir bermalam di masjid itu bukan opsi bagus hiiiiii.

#KTM & ATM
Karena akhirnya saya memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian di Jawa Tengah dan hilanglah sudah fasilitas akomodasi gratis, saya langsung teringat ATM berwarna kuning yang ada didalam tas saya. Dalam perjalanan saya selalu membawa ATM saya, walaupun isinya tidak pernah lebih dari satu juta rupiah, ATM kuning saya itu selalu setia menemani saya pergi kemana-mana. Walupun saya jarang mampir ke ATM di setiap perjalanan saya, ATM selalu saya bawa untuk jaga-jaga. Sialnya, ATM dan Kartu Tanda Mahasiswa saya punya warna yang sama. Sama-sama kuning.

Saat di Solo, saya dengan pede berencana besok pagi akan mengambil beberapa rupiah untuk sisa perjalanan saya yang masih ada enam hari lagi. Cek dan ricek di tas, saya hanya melihat KTM saya. Demi apaaaaaa?? KENAPA KTM YANG ADA DIDALAM TAS SAYAA? KENAPA TUHAAN? KENAPAAA? SAYA BUTUH KARTU KUNING YANG SATU LAGI! Setengah memaksa saya berharap KTM saya bisa dipakai menarik uang di bank saya. Uang saya hanya bersisa beberapa puluh ribu rupiah saja. "tidak mungkin bisa hidup begini caranya.". Walaupun akhirnya saya mendapat bantuan di Solo, entah kenapa, saya masih merasa bodoh (dan kesal) kenapa saya bisa salah ambil kartu ATM dan KTM saya.

Jalan Di Malioboro Siang Itu
#Toilet-for-free
Siang hari itu di Malioboro, entah kenapa saya merasakan kontraksi perut yang mengindikasikan saya harus melakukan kewajiban yang dilakuakn setiap manusia dimuka bumi ini. Ya, saya perlu buang air. Tengok kanan-kiri, saya hanya melihat Mall malioboro yang jadi solusinya. Tapi jaraknya cukup jauh dari tempat saya berdiri. Belum lagi saya harus cari-cari toilet di dalam mall itu. Belum lagi antrian panjang dikala musim liburan seperti ini. Ough! bukan pilihan bagus. Dengan random, saya memasuki sebuah gedung yang entah apa, ada bank, ada mobil polisinya juga, hipotesa saya ini adalah kantor pemerintahan dan sejenisnya atau bank daerah setempat. Saya yakin setiap gedung pasti punya toilet. Lalu saya melihat pintu terbuka, dan saya bisa melihat dari dinding-dindingnya bahwa di ujung jalan itu ada kamar mandi. Dalam hati saya bersorak senang, saya pun dengan pasang tampang lugu tanpa dosa masuk ke dalam toilet itu. Ada tulisan "TOILET UNTUK KARYAWAN". Dalam hati saya sudah berpikir, "kalo sampe ketauan atau pas-pasan dengan karyawan lain, gw bakalan bilang gw lagi mau nuker giro ke bank, trus bilang kalo bilyetnya ketinggalan dikamar hotel." Toilert gratis, bersih, plus ada sabun cuci tangan dee-deenya hohoho. Puaslah jadi 'karyawan' perusahaan entah apa itu. Melengganglah saya dengan selamat keluar dari gedung itu.



#I Hate Monday!
"Tidak ada yang lebih bodoh selain datang ke Museum yang sama, di hari yang sama, dimana hari itu adalah hari libur museumnya." itulah pesan singkat yang saya kirim ke teman saya dijakarta hari itu.  Di hari saya lagi-lagi datang ke Museum Ullen Sentalu di Hari Senin (Ingat! Hari Senin!). Sekali saya datang kesana bersama teman saya menggunakan sepeda motor dari kota Jogja ketika waisak. Kedua kali ini, saya seorang diri datang kesana menggunakan angkutan umum yang kadang ada kadang tidak itu (bahkan kata teman saya tidak ada angkutan ke arah sana), 3 Jam dari Jogja, 3 JAM!! Padahal Jaraknya hanya sekitaran 30-40 km.Bayangkan coba bayangkan perjuangan saya  untuk ke museum yang dielu-elukan teman saya dijakarta itu. Saya sudah sangat yakin akhirnya KTM saya berguna untuk membeli karcis lebih murah di Ullen Sentalu (KTM yang saya kira ATM itu loh).
Mobil Gaib Yang Membawa saya dari Jogja ke Ullen Sentalu

Setibanya disana saya melihat papan itu lagi, TUTUP. setengah protes saya lihat jam tangan saya, "kok, tutup sih, ini kan hari selasa?!" Setelah cek Jam tangan, yang memiliki tanda adalah tulisan "mon" yang artinya adalah hari itu adalah Monday alias Senin. I swear, I Hate Monday! Moral of the story: kelamaan dijalan sangat bisa memungkinkan seorang lupa hari.So, beware guys! 

A little touched by god: Sometimes, God put a heavy luck on me. Kata seorang teman, gw ini orang yang beruntung. Disaat susah selalu aja ada yang bantuin atau kesempatan aneh-aneh. Entahlah. Mungkin saya orang bodoh yang beruntung. :)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!