The Annoying Photographer

Jarang-jarang gw menuliskan hal-hal yang sepertinya akan menyinggung beberapa kelompok. Seperti yang gw tulis diatas "the annoying photographer", gw mau menuliskan tingkah laku beberapa fotografer yang menurut gw cukup mengganggu orang-orang yang 'bukan' fotografer. Biar ga ambigu marilah gw mendefinisikan fotografer disini menurut gw,

Fotografer: orang-orang yang memiliki kamera minimal DSLR/ SLR *ga tau bedanya* (yang jelas bukan camera digital pocket) yang bisa punya lensa banyak, dan segala aksesorisnya itu.

Kenapa gw menulis hal ini?
Waktu kemarin gw ke Jogja, gw 'gerah' banget ngeliatin tingkah laku para fotografer ini.

Sebelumnya, coba deh kita inget-inget sejak kapan sih mulai banyak orang yang menggandrungi hobi fotografi? gw rasa sih sejak ada facebook. why? Ini sih teori gw ya, ada korelasi positif antara tingkat pengguna facebook dan tingkat pengguna kamera canggih ini. mungkin semakin banyak orang-orang Indonesia yang mau upload-upload foto di facebook (FYI: pengguna facebook terbanyak kan salah satunya orang Indonesia dari 3 teratas) untuk dikomentari dan ikutan lomba-lomba fotografi yang semakin marak. Seharusnya sih hobby ini oke banget digandrungi sama segala angkatan. Tapi kemarin ini gw merasakan sendiri, betapa mengganggunya orang-orang yang terlalu 'hobby' banget dengan fotografi. Kenapa? Mari kita simak cerita berikut ini:

#Waisak
Waisak, salah satu upacara keagamaan terbesar bagi umat Budha, ibaratnya upacara ini itu bisa dibilang kayak idul fitri bagi umat islam. Umat budha di Indonesia, berkumpul di Candi Borobudur dan berdoa disana. Tempat yang suci, dan upacara yang suci bagi mereka. Di salah satu tenda berdoa, sudah ada patung budha dan segala buah-buahan yang ditata diatas panggung. Ketika upacara dimulai dan para biksuni naik keatas panggung lalu mengatupkan tangan mereka dan menatap patung budha dengan khidmat, ada aja fotografer yang sampe naik-naik ke panggung, dan mengambil foto para biksuni dari depan wajah mereka (ya jaraknya nggak deket-deket amat, kira-kira 1,5 meter dari biksuni), DAMN! Bayangin lo lagi solat id, trus didepan lo ada orang-orang yang naik keatas mimbar imam, pake kamera dengan lensa yang besar-besar itu dan menodongkan kamera itu ke wajah lo dengan menggunakan blitz (waktu itu cuaca mendung, jadi banyak yang pake blitz). Nyamankah? Demi Apapun juga, ini upacara suci umat agama yang lain, segitu tidak menghormatinya kah kalian wahai fotografer?

Dan kejadian ini berulang terjadi ketika waktu-waktu berdoa dimalam hari dan juga waktu meditasi, blitz kamera dimana-mana dan perlu banget apa sampe naik-naik ke panggung pemujaan untuk 'hanya' mengambil gambar?

Waktu itu gw cuma bawa camera pocket yang bahkan bukan punya gw, gw matiin blitznya dan gw ngambil gambarnya dari luar panggung, dan dengan enaknya orang-orang berkamera canggih itu tanpa basa-basi diri aja gitu di depan gw yang lagi usaha ngambil gambar dengan kondisi low-light begitu dan pake camdig. hello, nggak cuma kalian kok yang punya kamera mahal yang berhak mengabadikan moment sakral ini.

#Pelataran Borobudur milik siapa? 
Moment pelepasan lampion gw rasa adalah moment yang paling ditunggu para fotografer, beberapa lampu tembak udah diarahkan menuju candi borobudur, di pelatarang borobudur sudah lumayan banyak orang berkumpul menanti-nantikan moment itu. Waktu itu gw dan temen gw lagi mencoba memasang tripod untuk kamera-kamera yang kita bawa, dan tiba-tiba ada yang nyamperin "mbak, jangan diri disini ya, ganggu kamera soalnya." kata mas-mas itu sambil nunjuk sekumpulan kamera berlensa panjang dan tripod yang sudah berdiri. Yang perlu kalian tau adalah jarak antara si mas-mas itu dan teman-teman fotorgafernya ke tempat gw berdiri itu kira-kira 5-6 meter dan mereka ngusirin orang-orang yang berdiri didepan mereka, lapangan pelataran borobudur itu lumayan luas dan DEMI APAPUN JUGA, kita dilarang berdiri di pelataran itu karena kamera mereka udah pada stand by buat foto lampion malam itu yang ternyata baru ada 2-3 jam kemudian. Siapa kalian? Candi ini milik kalian wahai fotografer ulung?

Gw salut dengan temen-temen gw yang juga para fotografer dengan hasil foto mereka, fotografer itu , menurut gw, adalah orang-orang yang bisa menyampaikan cerita hanya melalui selembar foto dan menginspirasi orang lain. Gw menulis soal ini juga bukan menyebutkan fotografer secara keseluruhan, tetapi lebih pada orang-orang yang 'mengaku' fotografer dengan kameranya dan menghalalkan segala cara untuk mengahasilkan foto yang bagus sampai mengusir orang lain dan mengganggu orang beribadah juga merupakan hal yang wajar bagi mereka. Kecewa. Gw sangat kecewa dengan tingkah laku orang-orang ini, kalo aja kamera mereka ga semahal itu, mungkin udah gw banting-bantingin kali.

A little touched by god: Jika aja gw umat budha, mungkin Tahun depan gw akan berharap candi borobudur ditutup untuk umum ketika perayaan waisak. toh, candi dibuka untuk umum, tetapi orang-orang ini malah menggangu upacara suci agama gw? untuk apa?

Komentar

  1. Biarkan Mereka Berbahagia dengan Caranya Masing-Masing, Tinggal Kita yang terus Belajar untuk menghadapi Segala Gangguan yang menghasilkan Kekuatan Iman yang Sesungguhnya.

    BalasHapus
  2. *kipas-kipas biar ga gerah
    kalo liat di tipi-tipi, kayaknya kalo sholat id di tempat-tempat tertentu juga ada fotografer atau kameramen yang kayak gitu dah, ngambil gambar/shoot di depan orang lagi sholat...

    BalasHapus
  3. Anonim: terimakasih atas komentarnya :)

    Fachri: Ya berhubung gw wanita gw ga pernah solat dibarisan terdepan pas solat ID, tapi sedih juga sih kalo hal kayak gini membudaya.

    BalasHapus
  4. gue tau nih si anonim siapa, kenal bgt cara nulisnya wkwkwk
    tapi gue stuju banget nih. padahal kalo trully traveler, mereka ga bakalan bawa dslr karena berat, menuh2in logistik, menuh2in daypack.
    beda case ya kalo mrk emg fotografer yg kerja misal dari NGT dan menurut gua mereka ga gitu2 amat kalo kerja. seperti salah satu org yg kita kenal berinisial HI. Doi selalu ijin sm warga lokal kalo mau ngambil foto mereka.

    BalasHapus
  5. duh jadi kepo gw siapa sih si anonim ini hahaha?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!