Kami bersaudara dan ini bukan sebatas kata..

 Dua hari yang lalu, ada satu hal yang saya pahami dan sekarang membuat saya semakin bangga dengan label "pecinta alam". Kenapa?

Saya menerima kabar buruk dari teman-teman satu organisasi pecinta alam yang sedang melakukan pendakian ke Gn. Ciremai. "Kami hilang arah. Kondisi air 1,5lt" kira-kira itu inti dari pesan singkat yang saya terima siang itu. Saya coba untuk menghubungi nomor pos yang dikasih tau sama teman saya itu sebelum mereka pendakian, sialnya, nomornya ga bisa dihubungin. Akhirnya saya menghubungi salah seorang teman yang berada dalam organisasi pecinta alam yang berbeda  (HB) dan dia menyebarkan berita pendaki hilang dan saya butuh contact person yang ada di pos Linggasana, Ciremai.Tidak perlu waktu lama hingga saya mendapatkan nomor alternatif jagawana ciremai yang bisa dihubugin dan mengirimkan pesan SOS yang dikirimkan teman saya itu. Sorenya, saya dan beberapa orang pun langsung berangkat menuju Ciremai untuk kordinasi SAR. 
Saya mendapatkan pesan dari tema-teman saya yang hilang itu bahwa persediaan air mereka kritis. Dalam pikiran saya hanya satu, "Seberapa lama mereka bisa bertahan tanpa air?" menurut teori manusia bisa bertahan tanpa air dua hari, tetapi saya sendiri belum pernah melihat bukti otentik dari teori diatas. 
Dalam perjalanan menuju pos pendakian, berkali-kali HP saya berbunyi dan mendapatkan kabar dari HB, bahwa sudah ada rilis tim SAR dari pos pendakian.Dalam perjalanan ini, saya sadar satu hal. Solidaritas antar pecinta alam itu kuat. Teman saya HB, bilang beberapa Kelompok Pecinta Alam di daerah Cirebon sudah siap untuk rilis tim sar jika dibutuhkan. Mereka banyak menawarkan bantuan langsung untuk tim sar dan juga bantuan moril. Bahkan pecinta alam di Bandung juga siap untuk turun jika dibutuhkan. 

Mereka ini, kelompok pecinta alam dan juga komunitas lainnya yang bahkan saya tidak tahu namanya, yang tidak pernah berkenalan dengan saya dan juga teman-teman saya yang hilang sebelumnya, rela untuk ikut membantu saya dan teman-teman saya saat itu.

Tadinya saya berpikir, jika saya harus menurunkan tim dari Jakarta untuk SAR, maka setidaknya butuh waktu beberapa jam lagi sampai Tim itu siap untuk melakukan pencarian, dan dengan waktu selama itu kita tidak akan pernah tau cuaca diatas akan seperti apa begitu juga kondisi fisik teman-teman yang hilang. 
Saya salut dan bangga dengan teman-teman pecinta alam dan komunitas sosial lainnya di Cirebon dan juga luar Cirebon yang siap membantu waktu itu. Mereka membantu tanpa pamrih. Ini yang saya sebut, solidaritas. Solidaritas dalam aksi nyata. Tanpa bantuan mereka dan juga jagawana ciremai, teman-teman saya tidak akan ditemukan secepat itu. Tanpa bantuan mereka akan lebih sulit untuk melakukan evakuasi. Saya hanya bisa bilang, "Terimakasih".   

Disatu sisi, salah satu oknum yang menjadi "pahlawan kesiangan", bukannya membantu kami,  hal yang saya dapatkan malah tagihan makan pagi mereka dan 'ocehan' SOP Pendakian. Siapa anda dan tau apa anda tentang pendakian? Ketika anda menikmati makan pagi yang kami bayar, teman-teman saya sedang berjuang untuk turun gunung. Kemana anda ketika kami butuh orang untuk Tim Sar?
Kami tidak butuh anda yang hanya datang untuk 'merampok' kami.
Kami tidak butuh 'ocehan' anda tentang pendakian. Siapa anda? Bahkan saya sangsi anda pernah naik gunung.
Jika memang ingin membantu kami para pendaki, belajar sana lebih banyak pada kelompok pecinta alam dan sosial, mereka jauh lebih membantu kami dibandingkan anda.
Seharusnya anda malu dengan seragam abu-abu itu.


A little touched by god: Dulu pernah ada seseorang yang mengatakan kira-kira hal seperti ini kepada saya, "Kita ini pecinta alam, dan setiap pecinta alam itu bersaudara.". Kemarin saya kembali mengingat kata-kata ini, dan saya benar-benar merasakan rasa persaudaraan itu kemarin.  Siapa lagi yang siap membantu untuk menyelamatkan nyawa kamu, jika bukan saudara?

Komentar

  1. WEWWWWWWWWWWW, blognya keren... mantep abis deh...

    bolehkah saya menyebarkan kabar ini.?

    BalasHapus
  2. Olis!
    heheh boleh kok boleh. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!