Earth Day; It's time to realize that money cannot be eaten.



"Only after the last tree has been cut down. Only after the last river has been poisoned. Only after the last fish has been caught. Only then will you find that money cannot be eaten." Cree Prophecy



Menyambut Pagi Dengan Senyuman
Barisan kata-kata diatas adalah kalimat yang gw baca dalam sebuah mading beberapa hari yang lalu. ketika membaca kalimat ini, gw cuma bisa ketawa kecil. "Segitu bodohnya kah manusia untuk menyadari kesalahannya?". Apakah ketika semua barisan kata-kata diatas menjadi kenyataan, kita baru menyadari bahwa manusia tidak bisa apa-apa tanpa hasil bumi?

Tanggal 22 April 2012 kemarin, untuk pertama kalinya gw merayakan Hari Bumi. Kenapa gw sebut 'merayakan', ya karena ini pertama kalinya gw pergi bersama sebuah organisasi lingkungan hidup Greenpeace Indonesia ke sebuah Bumi Perkemahan, Oray Tapa di Bandung khusus untuk menyambut datangnya Hari Bumi.

Cerita ini berawal dari ajakan seorang teman untuk menghadiri event "Earth Camp" yang diselanggarai oleh Solar Generation Greenpeace (red: Greenpeace Youth) di Oray Tapa. "Dateng aja li, nanti disana lo bisa ketemu macem-macem orang. bisa sharing-sharing soal komunitas, plus siapa tau lo ketemu jodoh disana haha" kata teman gw itu.

Singkat kata, berhubung pada akhir minggu itu gw juga ga ada kerjaan dan udah lama banget sejak terakhir kali gw ikutan 'camping ceria' (red : camping di bumi perkemahan dimana deket warung ada kamar mandi dan makanan enak), akhirnya hari jumat sore pun gw berangkat ke kantor Greenpeace yang berdomisili di kemang itu.

#Nonton Film
Ya, awal dari perayaan ini diawali dengan sebuah festival film yang diadakan Greenpeace Youth, untuk menyambut Earth Camp. The Simpsons Movie, menjadi pilihan nonton film bareng sore itu. Film yang ga pernah gw tonton, bahkan itu pertama kalinya gw nonton film the simpsons. hebatnya, film ini walaupun 'lebay', tapi persis banget sama apa yang terjadi sekarang. Banyak perusahaan yang buang limbah ke sungai tanpa peduli akibatnya buat lingkungan (bahkan limbah jadi komoditi! SUPERB!), dan ketika dipersalahkan perusahaan-perusahaan itu bisa 'kabur' dengan mudahnya. Yes, Money Does Talk.

#Earth Camp at Oray Tapa
Panggung Atraksi

Hari kedua di Earth Camp, diisi dengan mini talkshow dengan para staff dan volunteer Greenpeace. dari sesi ini gw sedikit banyak jadi lebih tau soal Greenpeace, hal yang paling penting yang gw tangkep dari sesi ini, "hey ho, masih ada loh orang-orang yang peduli dengan lingkungan kita dan ga pura-pura tutup mata ketika tangan-tangan ga bertanggung jawab menyentuh bumi ini." seperti dalam kutipan yang pernah gw baca
"The warrior is not someone who fights, because no one has the right to take another's life. The warrior, for us, is one who sacrifices himself for the good of others. His task is to take care of the elderly, the defenseless, those who cannot provide for themselves, and above all, the children, the future of humanity." - Sitting Bull. Entah kenapa, ini memang kebetulan apa memang nama "Rainbow Warrior" (red: Sebutan untuk aktivis Greenpeace) diambil dari kutipan ini.

Dari kegiatan ini, gw jadi tau beberapa isu lingkungan yang terjadi di Indonesia.
Salah satu isu yang paling gw inget adalah soal pembebasan tanah di Jambi untuk dijadikan kebun kelapa sawit. Hutan, yang merupakan tanah ulayat masyarakat sana, mau dibuka oleh sebuah perusahaan korporasi dan dijadikan lahan sawit. Seorang aktivis yang merupakan masyarakat sana langsung, pada malam itu bercerita langsung soal ini. sekilas gw merasa ini kayak cerita di film-film tentang rakyat Indonesia zaman dulu yang mau mempertahankan tanahnya dari penjajahan, tetapi sayangnya ini terjadi di tahun 2012, di tanah Indonesia yang katanya menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, dan sayangnya orang-orang ditanah ini terlalu sibuk dengan "Naiknya harga BBM & Geng Motor"

Sedikit Fakta Tentang Negara Indonesia tercinta:
Indonesia yang katanya paru-paru dunia itu, tetapi pemenang deforestation terbesar di Dunia.
Menggantungkan harapan untuk bumi dalam bendera warna-warni

Indonesia yang katanya Zamrud Khatulistiwa, tetapi kini punya banyak 'luka' pertambangan diantara warna hijaunya.  .
Indonesia yang katanya merupakan surga para Diver, tetapi lautnya menjadi tempat pembuangan akhir limbah timah.
Indonesia yang katanya punya ragam hayati tinggi, tetapi harimau, orang utan, dan satwa lainnya mulai kehilangan rumahnya satu persatu.

A little touched by god: Mungkin lebih baik jika gw nggak pernah tau soal isu-isu lingkungan hidup, jadi gw ga akan pernah kecewa ketika ada orang yang gw kenal ngomong. "ngapain sih capek-capek ngurusin lingkungan. toh, orang dibelahan bumi lain ngerusak bumi jauh lebih besar daripada yang lo perbaikin sekarang.". Mungkin Tuhan menciptakan orang-orang itu, yang berjuang untuk bumi ini, karena bumi sendiri defenless dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika banyak manusia mengeruk isinya dengan dalih "bumi memang diciptakan untuk manusia."


Semoga 50 tahun ke depan gw masih bisa menikmati lebatnya hutan di kalimantan, birunya air laut di segitiga terumbu karang Indonesia, dan menghirup udara bersih di Negeri Zamrud ini.

Selamat Hari Bumi, Salam Lestari!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!