Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Frekuensi Hati

Gambar
Halo dunia,
kembali lagi bersama saya, seorang penulis amatir yang mencoba menuliskan memori hidup yang terlalu berharga bagi saya untuk dilupakan sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. 

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis ini, tapi lagi-lagi sebagai mahasiswa yang baru saja menginjak tahun ketiga saya, saya merasa sudah saatnya saya kembali ke jalan yang benar (red: belajar bener-bener, biar bisa jadi sarjana ekonomi, bukan jadi pengembara dan penulis blog amatir), namun ya apa daya, toh, keinginan saya menulis ngalur-ngidul hari ini cukup tinggi (padahal saya masih musim ujian tengah semester)-ya sudahlah.

Baiklah sesuai dengan judul diatas, Frekuensi Hati. 
Romantis? Mungkin, tapi bukan soal romantisme yang akan saya ceritakan kali ini.
Lagi-lagi kota Jogja, perjalanan solo saya di Yogyakarta dan Solo mengantarkan saya pada pengalaman aneh yang satu ini.  Pengalaman yang menambahkan kosa kata baru dalam hidup saya, "Frekuensi Hati".

Hari itu, saya lagi-lagi bertujua…

Sepuluh Jam Menuju Garut (Edisi 2)

Gambar
"...hamparan padang sabana di kiri kanan jalan terlihat sangat indah. Jauh di sisi kanan tampak birunya selat Sumba...di beberapa titik jalan anda bisa menyaksikan lanskap pengunungan Flores, yang bersebrangan dengan Pulau Sumba." (National Geographic Traveler, Desember 2011)


---
#Day 02

Kembali melanjutkan tulisan saya mengenai daerah pesisir Garut Selatan yang tersisihkan ini. Barisan kalimat diatas mungkin terlalu berlebihan jika saya gunakan untuk mendeskripsikan apa yang saya lihat di perjalanan menuju Puncak Guha dari Pelelangan Ikan, Santolo, tetapi saya benar-benar melihat wilayah tandus, dengan hamparan rumput-rumput tinggi dimana disebagian jalan kita bisa melihat Samudera Hindia atau Laut Selatan Jawa, dan disebelahnya lagi barisan bukit-bukit yang kadang berwarna kekuningan dan kadang berwarna hijau. Hal yang pasti adalah: Panas. Yak, di mobil pick-up beratap itu saya bisa merasakan bahwa udara siang itu panas dan kering. Herannya jalur didaerah menuju Puncak Guha …

Sepuluh Jam Menuju Garut (Edisi 1)

Gambar
Garut, sebuah daerah yang dikelilingi gunung-gunung indah di daerah Jawa Barat. Dari Jakarta, hanya diperlukan waktu sekitar tiga jam untuk sampai di Kota Garut atau pergi ke Cipanas (salah satu tempat wisata terkenal di Garut). Daerah Ini juga terkenal dengan pengrajin kulitnya, salah seorang dosen saya pernah mengatakan bahwa produk daerah ini bisa dijual di pusat fashion dunia seperti paris dengan harga ribuan dollar. Namun, kali ini saya tidak akan bercerita tentang pusat-pusat wisata garut seperti yang telah saya sebutkan tadi. Saya akan menceritakan tempat-tempat di dearah selatan garut yang cukup tersingkirkan dibandingkan dengan ikon wisata lainnya di Jawa Barat. Sebuah Pulau, Tebing dengan pemandangan seindah (bahkan lebih indah) Pura Uluwatu di Bali, Hamparan Padang rumput, dan bukit-bukit seindah di Pulau Sumba. Siapa sangka Garut punya itu semua?

#Day 01
Enam orang, dengan komposisi dua laki-laki dan empat perempuan adalah tim perjalanan kami kali ini. Hanya satu orang dia…

Pejalan Bodoh

Gambar
"Stupid is stupid does'' - Forest Gump
---

Teringat sebuah film yang sudah empat kali saya putar, Forest Gump, sebuah kata-kata yang saya ingat adalah barisan huruf-huruf yang saya tulis diatas.Menurut kata-kata itu, jika seorang melakukan hal yang bodoh maka bisa dibilang ia orang yang bodoh walaupun dia seorang intelektual sekalipun. Dan karena itu, sudah bisalah saya menyandang predikat bodoh itu, toh saya merasa melakukan hal-hal bodoh diperjalanan kemarin.

CAUTION: NEVER EVER TRY IT ALONE!

#Modal Nekat - Hitchike
Sudah lama saya ingin ke Gumuk Pasir yang ada di Parangkusumo, Yogyakarta. Pernah mencoba untuk kesana dan gagal. Kali ini hanya dengan seorang diri saya mencoba kembali kesana. Ketika pergi kesana orang-orang yang saya temui dijalan sudah memperingati saya, "eh mbak nanti disana tinggal dimana? kalo lewat jam 5 udah ga ada mobil loh." Saya teringat sebuah masjid yang dulu pernah saya lewati saat pergi kesana bersama teman-teman saya, dengan cukup p…

Cerita Lain (Lagi-Lagi) tentang Jogjakarta

Gambar
"'Gw sih udah bosen ke Bali sama Jogja. Gw cuma mau nikmatin perjalanannya, ngeliat sekali lagi PLTU Paiton di Jawa Timur Saat malem-malem sambil makan Pop Mie trus paginya ngeliat Mahameru dari Banyuwangi."

Lagi-lagi saya ke Jogjakarta. Sebuah Provinsi yang sangat istimewa yang terletak di selatan Pulau Jawa. Kenapa lagi-lagi jogja? Kenapa saya bisa berkali-kali ke kota ini? Perjalanan kali ini diawali oleh sesuatu yang tidak biasa.Saya sedang menikmati menjadi pengangguran karena liburan semester ini akan berlangsung hingga tiga bulan lamanya. Disaat kondisi uang yang sangat tidak bersahabat, saya hanya berharap saya mendapatkan undian gratis jalan-jalan kemanapun itu selain Singapura (banyak banget iklan yang nawarin jalan-jalan ke negara ini terutama ke universal studionya, saya sih lebih suka ciptaan Tuhan). Lalu dengan sedikit keberuntungan (dan sedikit mengemis), akhirnya saya ikut menemani abang saya ke Jogja-Bali dengan iming-iming saya bisa menjadi guide selama…

Harta Karun di Pasar Lama

Gambar
Tetangga sebelah: "Lo besok mau kemana sih li?"
Saya : "ada dengg."
Tetangga sebelah: "gw selesai jam 10-an nih, kalo lo berangkat jam segitu gw bisa ikut."
Saya: "Yahh ga bisa, gw naik kereta paling pagi."
---

Yak itulah sepenggal percakapan saya dan teman saya malam itu. Saya berencana untuk mwlakukan perjalanan keesokan harinya. Terkait dengan tulisan saya "Tentang Dia Yang Terlupakan", akhirnya saya melaukan perjalanan seorang diri kali ini. Kembali melihat isi dompet yang tidak bersahabat, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan di daerah yang cukup terjangkau which is Jabodetabek.

 Seorang teman saya pernah bercerita tentang sebuah tempat di daerah tanggerang yang masih ada babi berseliweran kesana kemari dan sawah masih ada dimana-mana. Yang lebih membuat saya tertarik adalah 'desa' itu dihuni oleh China Benteng. Dua malam sebelum keberangkatan saya berusaha mencari tempat itu di 'Mbah google', entah kenapa …

Tentang Dia Yang Terlupakan

Gambar
Mungkin, saat anda membaca judul tulisan ini untuk pertama kalinya anda akan mengira saya menulis tentang seseorang yang saya cintai dan telah saya lupakan. Hahaha... nyatanya saya tidak akan menulis tentang dunia cinta saya kali ini, saya akan menulis tentang suatu hal yang sudah cukup lama saya lupakan dan kembali teringat akhir-akhir ini.


Begini Ceritanya...
Dulu sekali, sewaktu saya masih duduk dibangku SMP, saya suka sekali jalan-jalan sendirian ke kota tua atau hanya sekedar naik busway untuk memperhatikan ekspresi orang-orang di dalamnya. Selalu ada cerita di setiap perjalanan. Saya masih ingat rasanya ketika saya duduk bersampingan dengan seorang kakek veteran yang juga berjalan-jalan sendirian waktu itu.



Sewaktu saya lulus dari SMA, saya pergi jalan-jalan ke bali dan lombok lagi-lagi hanya sendiri dan saya cukup menikmatinya.Pada saat itu, kira-kira dua tahun yang lalu, saya masih ingat seorang bule Swiss bernama Mary mengatakan hal seperti ini "wow! you&#…

The Annoying Photographer

Jarang-jarang gw menuliskan hal-hal yang sepertinya akan menyinggung beberapa kelompok. Seperti yang gw tulis diatas "the annoying photographer", gw mau menuliskan tingkah laku beberapa fotografer yang menurut gw cukup mengganggu orang-orang yang 'bukan' fotografer. Biar ga ambigu marilah gw mendefinisikan fotografer disini menurut gw,

Fotografer: orang-orang yang memiliki kamera minimal DSLR/ SLR *ga tau bedanya* (yang jelas bukan camera digital pocket) yang bisa punya lensa banyak, dan segala aksesorisnya itu.

Kenapa gw menulis hal ini?
Waktu kemarin gw ke Jogja, gw 'gerah' banget ngeliatin tingkah laku para fotografer ini.

Sebelumnya, coba deh kita inget-inget sejak kapan sih mulai banyak orang yang menggandrungi hobi fotografi? gw rasa sih sejak ada facebook. why? Ini sih teori gw ya, ada korelasi positif antara tingkat pengguna facebook dan tingkat pengguna kamera canggih ini. mungkin semakin banyak orang-orang Indonesia yang mau upload-upload foto di f…

Mengejar Romantisme Ke Borobudur

Gambar
Perjalanan saya kali ini adalah sebuah perjalanan yang sudah saya rencanakan dari 1/2 tahun yang lalu. Kalau ditanya untuk apa saya jauh-jauh ke Jogja kali ini? Lampion. Ya, hanya itu alasannya.

Day - 01 ( Sabtu, 5 Mei 2012)
Perjuangan gw seminggu yang lalu, bangun pagi bahkan tanpa mandi dan cuci muka langsung berangkat menuju stasiun Senen terbayar sudah. Hari ini gw dan tiga orang teman gw lainnya bisa menaikkin K.A Progo menuju jogja malam ini. Luar biasa memang penjualan tiket kereta api, Loket dibuka 2 jam berikutnya tiket sudah tejual habis. (kalah deh konser Super Junior sama Lady Gaga itu ama Penjualan konser 'KAI')

Di stasiun senen dan gw pun ingat: Camera Digital gw ketingalaaaannnnnnnnnnnn!! F**K! udah bawa tripod segede-gede alaihim, cameranya ketinggalaaaannn! bubar sudah impian gw eksperimen foto malam hari pake camera digital tercinta.

Di Kereta
Ngobrol. Makan. Tidur.
Agak aneh rasanya duduk bersama dengan orang-orang yang gw baru kenal malam itu. Cuma satu ora…