The 'Mighty' Singapore

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja singgah ke singapura selama 3 hari 2 malam. Dalam pikiran saya, Singapura pastilah sebuah negara yang bersih, canggih dan unik*karena negara kecil tapi bisa kaya raya*.
Baiklah, dalam tulisan ini saya berusaha seobjektif mungkin menceritakan bagaimana sih sebenernya negara yang sangat di puja-puja dan dibanggakan oleh banyak orang Indonesia yang bertandang kesini dan berkeinginan lagi untuk rutin datang ke negara ini. Karena saya tidak mau berpanjang-panjang menuliskan kisah negri singa ini, maka akan saya singkat menjadi poin-poin yang semoga MEMBUKA wawasan masyarakat Indonesia tentang bagaimana Singapura sebagai tujuan berwisata:

  • Geylang, sebuah distrik dimana prostitusi merupakan hal yang legal. Sebuah toko 'secret affair' yang saya lewati bahkan menjual alat-alat berhubungan seksual , seperti kondom dan kawan-kawannya, dengan memajangnya dietalase depan toko, beserta foto-foto 'telanjang' wanita juga pria. bisa dibayangkan seperti apa kan kalau ada toko seperti ini di Indonesia? 
  • Hotel termurah di Singapura yang saya tempati, Fragrance Hotel Pearl, walaupun berada di distrik merah singapura, bersih dan petugasnya sangat ramah terhadap para turis *karena kebiasaan didatengin turis kali ya setiap hari?* , tapi tetap saja, hotel termurah di hargai Rp. 430.000,-. 
  • Saya akui, sistem transportasi di Singapura sangat amat teramat baik. MRT dan bis, semua orang menggunakan kartu untuk naik dan turun, ada tulisan "Bayarlah sesuai dengan jarak yang anda tempuh." jadi kalo mau naik kita 'tap' kartunya dan turun 'tap' lagi, jadi nanti voucher yang ada dikartu akan berkurang sesuai dengan jarak tempuh dan harganya, kalau lupa 'tap' dikenakan harga jarak terjauh. Dan herannya kayaknya semua orang 'mematuhi' tulisan itu. Mungkin jika hal ini diberlakukan di Indonesia, orang akan men'tap' satu kali untuk 3 orang
  • Orchard Road yang Termasyhur itu, ternyata merupakan sejajaran toko-toko mewah yang cukup luas. Isinya semacam toko-toko seperti Guess dkk. dan uniknya saya sempat menemukan "TUKANG JAHIT SEPATU" di ORchard road, mungkin buat ibu2 yang sepatunya pada copot karena kelamaan keliling belanja kali ya. Sama dengan di Geylang, di Orchard road juga ada "the Palace of Condom" yang isinya berbagai jenis kondom, dalam ukuran dan rasa. 
  • Buat saya, daerah perbelanjaan di MH Thamrin, seperti Grand Indonesia, jauh Lebih mewah daripada Orchard Road. Bahkan kalo alasan turis indonesia ke singapura untuk belanja di orchard, Mangga Dua di Jakarta menurut saya sama saja lengkapnya bahkan harganya pun murah.  + anda tidak perlu susah berbahasa Singlish atau mengerti bahasa melayu.
  • Sentosa Island, Yang terkenal sama Universal Studio dan permainan super canggih lainnya itu seperti "song of the sea'', ternyata pulaunya lebih kecil daripada Depok kali. Saat saya naik Sentosa Express, dan tiba di Beach Station sebuah suara berkumandan di monorail, "welcome to Sentosa Beach, where you can find white sandy beach". Dalam pikiran lautnya akan sangat bagus, dan ternyata, saat tiba di pantai, Oke, pasirnya putih (dimana seharusnya pasirnya berwarna merah, ini pasir indonesia pastinya). Tapi kok, depan pantainya kapal cargo dan tangker semua? area berenang hanya 25 meter dari bibir pantai dan sekitar 100 meter dari bibir pantai sudah ada "BANYAK kapal tangker. "sejelek-jeleknya pantai ancol, saya ga berenang barengan sama kapal tangker gitu." 
  • Permainan laser Song of The Sea, memakan waktu 30 menit dan toh biasa aja, bagus lah dengan adanya kembang api diterakhir-terakhir, tapi pada dasarnya lasernya sederhana banget. ada animasi yang bagus tapi itu cuma yang ditengah2 saja, dan  jarang-jarang keluar. Masih lebih bagus animasi jepang dari yamaha yang menggelar konser dengan teknologi laser berbentu gadis penyayi. 
  • Little India, distrik yang penuh dengan orang-orang India, saya sudah berharap distrik ini akan wangi dengan rempah-rempah kas india, Eksotisnya timur tengah. Bila dibandingkan, little india itu ditrik yang dipenuhi toko-toko (dari mulai kain sari, sajen, elektronik, makanan india) dan juga apartemen. Jangan bayangkan little india sebuah distrik terbelakang dengan eksotisme timur tengah (sebagaimana yang saya bayangkan sebelumnya)J. Daripada susah jelasinnya, "pasar baru dijakarta" nah itu tuh mirip-mirip deh sama little India.Dan ternyata makanan disini juga ga murah-murah amat, segitunya saya makan di tekka market yang terkenal paling murah seantero singapura. tetap aja, minimal S$3 buat makan, dan >S$1 untuk minuman.
  • China Town, saya tba disini malam hari dan seharusnya sangat amat bagus view night marketnya juga night viewnya. Oke, Night market jam 9 malam udah pada beres-beres, harganya itu juga lebih murah di mustafa centre, meski orang-orang itu udah bilang 'OBRAL' "S$10 / 3 pieces" , kalo diindonesia-in, 70 ribu 3 macam barang yang SEMUANYA saya yakin ada dijual di ASEMKA kota. Kuil Budha yang ada didekat Maxwell Hawker (Nasi hainan disini lebih murah loh daripada di jakarta S$3) , yah masih lebih besar Sam Po Kong yang ada di Semarang. Untuk kebersihan, di China Town banyak kok yang buang sampah sembarangan.
  • Singapura bersih? ya, untuk Orhcard Road dan sekitarnya. Coba ke daerah Boon Keng, hati-hati dengan sampah yang dilempar keluar dari jendela apartemen. Coba ke Bishan, dan tengok paritnya, ada juga kaleng kosong dan botol minuman plastik. Daerah sudirman, MH. Thamrin juga bersih kan? coba Cek Kemayoran, Senen. Ternyata sama aja toh, dmana-mana ada aja orang yang tidak sadar kebersihan.
  • Chinnesse Garden, Oke ini satu-satunya daerah yang menurut saya TOP BGT! gratis dan tamannya diatur dengan rapi, daerah sekitarannya juga sepi. ada rumah-rumah jepang dan cina. Kerenlah! Coba musium tinghoa di TMII bisa terwujud, mungkin bisa menyaingi Chinesse Garden Singapore, FYI: justru daerah inilah yang tidak tercantum di peta pariwisata singapura dan lonely planet 2009. Heran juga saya, padahal ini termasuk objek yang lumayan 'wow' untuk ukuran negara sekecil singapura. 
  • Kampong Glam, Bugis. Daerah penduduk islam singapura dengan objek pariwisata yang terkenal Masjid Sultan. dari foto-foto yang ada di flyer, saya mengira masjidnya lebih besar dibandingkan dengan AT-Tin, faktanya yah ga jauh beda sama Masjid Kubah Emas yang ada di Depok,  salut dengan interiornya yang 'sedikit' mirip dengan interior masji Nabawi di Madinah. 
  • Belanja di Bugis? hmmm... saya melihat harga dan produk yang sama dengan yang ada di mustafa centre, jadi jangan terkecoh dengan orang-orang yang bilang "bugis adalah surga belanja". 
  • National Museum Singapore, Salut untuk pemerintah singapura yang memanfaatkan Museum sebagai restoran mewah. dan masuk museumnya pun gratis! ada harga , ada kualitas, yah untuk turis minim budget seperti saya, lelah menuju museum ini terbayar dengan arsitektur  mewah museum, walaupun museum ini hanya terdiri dari berbagai foto bukti alkuturisme yang terjadi di singapura, dan lukisan-lukisan burung. (Eh, museum yang ada di TMII lebih lengkap dan banyak deh koleksinya.)
  • saya menemukan Aqua (Merk Aqua) yang diimpor dari indonesia dengan harga S$4 = Rp. 28.000 untuk 1,5 lt. Jangan terkecoh membeli minuman 600Ml dengan harga > S$1 , faktanya di geylang ada tuh yang jual dengan harga S$0.8. "jangan mentang-mentang ini singapura, maka harga Rp.28.000 menjadi pantas untuk sebotol minuman 1,5 lt, padahal air keran di singapura (yang gratis) aman untuk diminum)
  • Walauapun Nght view di Esplanade dan Merlion Park indah, dengan gemerlapnya daerah bisnis singapura juga permainan laser dari Sky Linenya singapura, saya jauh lebih suka melihat Moon Rise di damainya Pulau semak daun, di Pulau seribu, dengan kerlap-kerlip bintang di langit gelap.Atau melihat sabuk Galaksi Bimasakti di Ujung Genteng.  
  • Mau minum teh susu terenak di dunia? pergi ke Distrik Geylang, dan cari toko minuman yang ada di restoran india yang ada disekitar geylang lorong 18, itu enak banget! 
  • Singapura, saya kasihan melihat negara anda yang serba memaksakan semua titik dinegara anda untuk menjadi destinasi wisata, dan saya lebih sedih lagi melihat orang-orang Indonesia yang sangat bangga dengan Negara Anda. Saya masih bertanya, "apa sih yang ada dibenak orang-orang yang bangga banget ke singapura itu? Kalau anda belum pernah melihat bawah laut Pulau Komodo, Indahnya Ngarai di Sumatera Utara, Cantiknya pantai Ujung Kulon, Kayanya ragam hayati hutan borneo, atau bahkan eksotisme Jakarta. Janganlah anda menghina Indonesia dan membandingkannya dengan singapura dengan mengatakan kita tidak punya apa-apa.
A little touched by God: Dengan melihat negara yang sering dibangga-banggakan oleh banyak orang Indonesia ini dengan mata kepala sendiri, saya jadi jauh LEBIH CINTA INDONESIA, dan SEDIH sama singapura yang 'hanya' punya Sentosa Island, Orchard Road, Kampung Glam, LIttle India, dan sekitarnya untuk jadi tempat wisata dan walaupun sudah sehemat mungkin di singapura, saya bahkan menghabiskan lebih dari Rp. 2 juta rupiah hanya untuk ....... (saya sudah kehabisan kata-kata utnuk menggambarkan singapura.) "naik kereta canggih dan teh susu di Geylang" mungkin kalimat yang cocok untuk mengisi titik diatas, karena hanya itu hal yang saya nikmati disana.

Fyi; Karena permintaan Ibunda tercinta, maka saya baru mau untuk pelesiran ke Singapura, dan karena trasnportasi dan akomodasi ditanggung, maka saya dengan senang hati menerima tawaran ini. Jika ada orang lain yang mau mengajak saya ke Singapura dan membayari saya segala-galanya, mungkin saya akan berpikir dua kali dulu, "buat apa saya kesana? toh negara saya jauh lebih indah."

Fyi; Bahkan Ibu saya juga bosan pergi ke singapura, walaupun ini pertama kalinya kami kesni.

View Kota Singapura Dari Merlion Yang ada di Sentosa

Salah satu sudut kota singapura yang lumayan bagus - Bishan

Mama yang udah menjadi temen Backpacker  

Komentar

  1. yahhh... yang bilang singapura surga buat belanja emang sering di lebay2in,
    kebanyakan nonton sinetron ato acara gosip yang nayangin artis2 pada heboh belanja di sing*pura.

    sebenernya yang pergi k singapura itu orang2 yang g punya budget gede, tapi pengen di bilang hebat coz udah belanja diluar negeri, padahal yang di beli juga kualitas2 tanah abang ato mangga 2...hhe

    BalasHapus
  2. Karena Singapore tidak punya natural resource yang bisa digunakan untuk export, negara ini harus bergantung pada sektor turisme untuk memperkuat investasi komersil. Hebatnya, Singapore berhasil mempromosikan negaranya dan menggaet warga negara asing melalui paket liburan yang menarik. Sementara sektor turisme Indonesia tidak dipackage dengan baik sehingga kita sendiri saja malas. Kalau saja sistem transportasi Indonesia diperlancar dengan ada kereta super cepat seantero pulau jawa dan Sumatra, liburan di Indonesia mungkin akan lebih menarik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!