Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Tuhan dan Cinta

Entah kenapa pada malam ini gw lagi pengen banget nulis soal Tuhan dan Cinta.
dua hal yang bermakna dalam.
Tuhan tanpa Dia saya rasa hingga saat ini saya ga akan ada di dunia ini. saya ga akan bisa menuliskan hal-hal ini sekarang.
Cinta. #sigh sebuah hal yang sangat sulit saya mengerti. Saya bahkan ga bisa mendefinisikan cinta itu apa.

---
Oke kita mulai soal "Tuhan".
akhir-akhir ini, entah kenapa saya jadi merasa lebih deket sama Dia. Bukan karena saya lagi rajin solat dan dzikir, tapi karena tiba-tiba saya merasa, ajal itu dekat. Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke sebuah rumah sakit, disana saya melihat seorang penderita kanker otak, tidak ada gejala apapun, hingga suatu hari beliau jatuh pingsan karena sakit kepala dan didiagnosis terkena kanker otak. Disisi lain, saya banyak melihat beberapa orang yang terduduk di kursi roda, mungkin karena stroke atau penyakit lainnya, yang jelas mereka lumpuh. Dalam hati saya berkata, "dulu orang-orang ini pasti pernah sehat d…

The 'Mighty' Singapore

Gambar
Beberapa hari yang lalu, saya baru saja singgah ke singapura selama 3 hari 2 malam. Dalam pikiran saya, Singapura pastilah sebuah negara yang bersih, canggih dan unik*karena negara kecil tapi bisa kaya raya*.
Baiklah, dalam tulisan ini saya berusaha seobjektif mungkin menceritakan bagaimana sih sebenernya negara yang sangat di puja-puja dan dibanggakan oleh banyak orang Indonesia yang bertandang kesini dan berkeinginan lagi untuk rutin datang ke negara ini. Karena saya tidak mau berpanjang-panjang menuliskan kisah negri singa ini, maka akan saya singkat menjadi poin-poin yang semoga MEMBUKA wawasan masyarakat Indonesia tentang bagaimana Singapura sebagai tujuan berwisata:

Geylang, sebuah distrik dimana prostitusi merupakan hal yang legal. Sebuah toko 'secret affair' yang saya lewati bahkan menjual alat-alat berhubungan seksual , seperti kondom dan kawan-kawannya, dengan memajangnya dietalase depan toko, beserta foto-foto 'telanjang' wanita juga pria. bisa dibayangkan se…

Bagian lain dari surga di titik terbarat Pulau Jawa..

Gambar
Yah, kembali melanjuti jurnal saya diujung kulon kemarin....




Jujur saja, setelah sunset berakhir, saya sedikit mengalami kesulitan untuk mengajak dua orang sepuh untuk kembali bersama saya ke basecamp. why? Karena mereka bilang "Tempat ini tuh indah banget, dan gw mau nikmatin tempat ini lebih lama, gw pengen liat bintang disini, pasti bagus banget deh. Lo semua balik aja duluan, lagian jalannya juga cuma lurus." 

Awalnya saya berpikiran untuk membiarkan saja mereka untuk tinggal lebih lama, tetapi Mang Ade dengan tegas melarang saya untuk meninggalkan yang lain di Tj. Layar, dengan alasan daerah Pulau Jawa yang rawan.
"Jalanannya emang cuma lurus mbak, tapi ada aja yang di'sesat'in, trus ilang ga ketemu. Kalo di peucang sih ga apa-apa, pasti ketemu. Kalau di Pulau Jawa jangan." Ujar Mang Ade. Dan akhirnya kami full-team kembali ke basecamp, dan memasak makan malam kami. Malam itu tidak ada bintang dan langit sangat cerah karena bulan penuh dan dimalam ini…

Sebuah Surga Di Ujung Barat Pulau Jawa

Gambar
Mengutip nama salah satu album teman seperjalanan saya, maka saya akan memulai tulisan ini dengan menyebut, "Surga Itu Bernama Ujung Kulon"Tanggal 7-10 September 2011 lalu, saya dan teman-teman saya akhirnya bisa juga menginjakan kaki di sebuah pulau cantik bernama Peucang, di tanah barat pulau jawa.



Day 01
Awalnya rencana perjalanan ke pulau ini hanyalah untuk sebuah acara organisasi di kampus saya, tetapi karena tanggal keberangkatan dekat dengan suasana musim lebaran. So... Akhirnya hanya 5 orang yang tersisa, dan akhirnya saya memutuskan untuk membuka acara ini untuk publik karena tidak mungkin untuk kesana hanya ber-5, dikarenakana sharecost kapal yang besar.
Menjelang Hari H, terkumpulah 12 orang yang akhirnya mengatakan untuk ikut. TETAPI, di hari H kita hanya ber-9. BERSEMBILAN, dengan biaya kapal yang mencapai RP. 2.000.000!
Akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan budget yang pasti overbudget. Setelah, menunggu Elf ke Taman Jaya kira-kira 2 J…

Traveling (not a creative title, yet it told about travel)..

"Li, hidup lo nggak ada yang lain apa selain jalan-jalan? Meaningless tau ga itu?"

---

Yup, kalimat diatas adalah kalimat yang diucapkan salah satu teman terdekat saya beberapa bulan yang lalu. Hingga sekarang, jika teman saya itu bertanya mengapa saya mau naik gunung, pergi ke sebuah tempat yang jauh dari kota bahkan signal hp sekalipun, mungkin saya bisa mengatakan berjuta alasan kenapa saya begitu mencintai berjalan menikmati alam atau tata kota hasil buatan manusia beserta kebudayaan yang tercipta disekitarnya, tapi kata-kata saja tidak cukup membuat orang lain mengerti kenapa dan apa makna yang saya lakukan, pada akhirnya saya Hanya bisa mengatakan

"Susah deh jelasinnya, coba lo jalan sendirian sekali deh kemana gitu yang jauh dari jakarta atau nggak naik gunung gih. mungkin lo bisa ngerti, mungkin juga sih lo kapok traveling lagi."- yak ini jawaban standar kalo saya udah capek-capek jelasin pentingnya naik gunung dan jadi traveling. Kalo menurut kamus sebagia…

what people called successful?

one of my friends says "ya, you always pretending like nothing happened.but, I think I know why you do that just to stay 'normal' or stay alive." I am wondering what normal means.
Does it means nothing wrong? or does it means commonly believe? hmm.. not so much different though.

an old dream may like this "after I graduate Senior High School, I will go into a well-known university, then graduate with high GPA, after that looking for scholarship or maybe job with high salary for bachelor degree." then after that? what come to your mind? "marriage - have a happy family with cute and smart children - and spending old times with a lot of grandchildren in a big house near a garden tea with fresh air." yeah, I think it's the basic thing people dreamed of.

then if we reached all those thing, we can say that we are 'normal'?
what if the opposite thing happened?

Like You don't finished the collage? hmm.. people will call you, "what…

Ujung Genteng

baru-baru ini saya dan beberapa teman dari luar negeri akhirnya pergi ke sebuah tempat di selatan jawa, indonesia.
Sebenarnya sudah sejak lama saya mau ke tempat ini, tetapi berhubung kekurangan anggota dan jarak yang cukup jauh akhirnya baru 5-7 agustus 2011 saya bisa menikmati alam ujung genteng.

karena pada saat ini adalah bulan puasa, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan menuju ujung genteng dimalam hari. So, akhirnya tepat pukul 8 malam saya berangkat dari Jakarta menempuh rute : Jakarta - Ciawi - Sukabumi - Lembur Situ - Surade - Ujung Genteng (Pelelangan Ikan).
Kondisi jalan menuju Ujung genteng 90% baik so ga usah khawatir jalannya bolong2 ga bisa dilewatin model, cuma beberapa jalan aja yang sedikit rusak tapi masih bisa dilewatin sama mobil xenia saya. yang jelas jalanan sangat berkelok-kelok dari Sukabumi- Surade, jadi bagi yang ga tahan lewat jalanan sempit yang kanan-kiri jurang lebih baik minum obat anti mabok hehehe..

nah lama perjalanan saya dari jakarta yakni …

By The Chance

Gambar
Okayy.. it's been pretty long time since I wrote things on this blog, and since no one read it, I think that's not a problem hahaha. today I write on this blog, because I figure out something. When I entered University, I never really 'traveled'. there are a lot of limitation, lot of duty, tasks and so on.. the most important thing: there is a HUGE limited time.

when it comes to a holiday season, I don't have enough money (red:savings) to go to wherever I want and it's a rainy season, so it's useless even-tough I had money. The other thing is I still don't have traveling mate. I mean, yes I have friends, but for travelling? It is still a big question. All I need from a travelling mate is just three simple things, which are: as crazy as me, Having high commitment (hell, you don't want to change direction in every single hour right?), third... 'easy going'. yup, travelling mate must be a simple-minded person who doesn't stuff the small thin…