A Magical Country

A Magical Country :D


Sejujurnya, Mekkah & Madinah adalah tempat-tempat terakhir yang akan saya kunjungi setelah gw mengunjungi tempat-tempat menarik di dunia. Because I have one principal which is “Save The Best For The Last”. Yang artinya, tempat-tempat ini akan menjadi hidangan penutup yang terbaik… tetapi sepertinya Tuhan punya rencana lain ^_^ , Nyatanya Mekkah dan MAdinah adalah Negara asing pertama yang gw kunjungi dalam sejarah hidup gw.

Perjalanan ini dimulai dengan sesuatu yang kurang menyenangkan yaitu, berada diudara denganberat ribuan kilogram selama 9 jam, yang perlu anda ketahui, sangat tidak nyaman dikarenakan sandaran tempat duduk kelas ekonomi yang ‘agak’ sukses membuat leher saya kejang, badan pegal linu, kaki nyeri-nyeri. Dan setelah melalui 9 jam diatas udara, yang jarang sekali dikasih air itu..sampailah saya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Turunlah saya dari pesawat dan menaiki bus yang akan membawa ke pintu airport.. ketika bis merapat beberapa orang india-saya yakin mereka orang india-, petugas bandara, berdiri didepan pintu airport dan ketika pintu bis terbuka dan jamaah mulai turun-termasuk gw- gw mendengar teriakan-teriakan orang-orang india itu, “Cepat! Cepat! Ibu Cepat!” dan jangan anda pikir saya menerjemahkan bahasa arab disini, kata-kata yang gw dengar persis seperti yang tertulis diatas.
“Wow.. jauh-jauh ke arab, disambutnya dengan bahasa Indonesia.”ujar gw dalam hati terkagum-kagum sambil memperhatikan mas-mas(loh??) yang teriak-teriak itu. Dan ternyata tidak hanya sampai disitu pengaruh Indonesia yang ada di Jeddah. Ketika gw mengantri Imigrasi, seorang pertugas bandara berpakaian berwarna jingga, persis seperti petugas kebersihan di Jakarta, menghampiri beberapa jamaah sambil berteriak. “Seratus ribu langsung aktif!” . Dan gw pun langsung terkejut-lagi, mendengar bahasa Indonesia yang diucapkan ‘agak’ fasih oleh orang-orang(bukan cumin satu orang yang jualan) timur tengah itu, yang ternyata sedang berjualan SIM CARD, dan nyatanya mereka menerima uang rupiah dengan senang hati, hebaaat ga tuh Indonesia :D??

FYI : Jika anda pergi ke KSA, akan lebih murah menelepon ke Indonesia dengan SIM card arab, dibandingkan dengan SIM card Indonesia yang sudah dibuka roamingnya.

FYI-lagi: Di Jeddah, wanita yang kurang dari 45 tahun, tidak akan bisa masuk tanpa muhrim (laki-laki yang sedarah, misalnya : ayah, adik, kakek). Dan sepertinya KSA satu-satunya Negara yang menetapkan peraturan seperti ini. Alasannya? Jika menurut pengetahuan saya*yang bersumber dari perbincangan ibu-ibu* KSA bukan negara yang aman bagi wanita muda untuk berjalan-jalan sendirian. Nah, mungkin ini alasannya :)

NEXT >> Perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan bis melewati padang pasir(yang ada sand dunesnya itu tuh..:D) di malam hari selama 6 jam. Dan selama perjalanan itu ketika jamaah yang lainnya tertidur, saya tetap terbangun untuk menikmati malam pertama di negeri para nabi… dan malam itu adalah malam bulan purnama. Mungkin anda pernah membaca kisah 1001 malam dan membayangkan bagaimana suasana padang pasir dengan bulan penuh yang mengantung sangat dekat dengan tanah dan terlihat sangat besar? Yup, persis seperti itulah pemandangan indah pertama yang saya lihat di arab. Bulan penuh yang mengantung di langit gelap malam tanpa awan. Pemandangan Bulan paling indah yang pernah gw lihat. Mysterious but Soft. Tetapi sayangnya gw tidak sempat mengabadikan moment ini karena suatu hal yang terlalu panjang dan tidak penting untuk dijelaskan disini :0. But I swear! If I go back there, I will capture that moment! (^o^)v

Sekitar jam 10 malam sampailah gw di sebuah hotel, namanya Movenpick, yang terletak persis di sebelah pelataran Masjid Nabawi, dengan kondisi tubuh kurang tidur dan linu sana sini, meskipun begitu perasaan excited tetap menggema di dalam hati :D. gimana nggak excited kalo salah satu masjid dengan arsitektur terindah terletak hanya beberapa ratus meter dari tempat gw berdiri.

Ketika pertama kalinya gw menginjakan kaki di masjid Nabawi untuk solat subuh, sekitar jam 3 pagi-anda tidak salah baca benar jam TIGA pagi- udara sejuk menyambut gw dan arsitektur masjid paling indah yang pernah gw lihat terpampang di depan mata gw. Hanya satu kata : Indah. Perlu diketahui, gw bukanlah orang yang agamais dan pernah menjalani hari-hari sebagai atheis(dengan alasan yang jelas dan logis), tetapi begitu gw melihat Masjid ini, sebuah perasaan yang aneh terasa di dalam hati. Aneh. Kagum. Entahlah, gw nggak bisa ngejelasinnya…gw yakin setiap orang punya perasaan yang berbeda-beda begitu berada didalamnya. Padahal intinya sama-sama masjid, sama seperti masjid At-tin atau istiqlal, tapi beda..beda deh pokoknya. >.< (anyway saya penggemar arsitektur loh.*ga penting* hahah :)) FYI: Subuh di Madinah dan Mekkah sekitar jam 4.30, tapi kalo mau dapet solat didalem dengan karpet yang empuk, AC yang joss banget, dan Saf yang bener, 1 jam sebelumnya harus sudah ada di masjid. Karena setiap solat wajib di Madinah dan Mekkah ramainya seperti solat Id di Indonesia. Kebayangkan ramainya?

FYI: disetiap pintu masuk masjid ada ‘laskar-laskar’ yang melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaaan-juga tubuh . Untuk wanita bener-bener nggak boleh bawa kamera, bahkan handphone berkamera, kalo ketahuan bawa bisa disuruh dititip-entahdimana- tuh HP baru boleh masuk masjid. Nah, klo cowok sih boleh-boleh aja, asalkan ga berfoto-foto dengan heboh ria didalam masjid.

Tentang Masjid Nabawi >>

• Ada sebuah tempat solat bernama rawdah yang untuk solat didalamnya (khusus wanita-lagi-lagi), harus ber-jibaku terlebih dahulu. Persis kayak lagi di dalam kereta KRL Ekonomi Jabodetabek, yang dorong-dorongan, tarik-tarikan sana sini atau nggak coba bayangkan konser bintang rock terkenal-nah lebih gampang kan ngebayangin kondisinya?-, ‘Cuma’ buat solat ditempat yang dianggap mustazab ini(artinya: semua doa cepat dikabulkan jika berdoa disini :D). Rawdah dikatakan sebagai tempat solat, yang bila kita solat didalamnya sama seperti solat ditaman surga, ukurannya Cuma sekitar shelter busway PGC*yang buat wanita* lebih besar sedikit, dan dicirikan dengan karpet hijau, semua karpet di masjid Nabawi merah, kecuali bagian rawdah.

Gw melakukan dua kali percobaan: Yang pertama siang dan gagal total, kepala hampir keinjek, sujud pake telinga kiri(badan miring sana sini), keluar dengan nafas terengah-engah. Yang kedua, malam hari, bersama jamaah dari turki dan Malaysia, tetapi ada diskriminasi disini dimana jamaah” yang pake abaian (pakaian/kain hitam untuk wanita yang menutupi dari kepala sampai kaki) masuk lebih dulu, padahal untuk wanita, jam masuk Rawdah dibatasi, dan berkat tantenya Kak Ardi dan keluarganya (jamaah yang serombongan ama gw)yang megangin tangan gw supaya ga ilang*juga narik-narikin gw dari keramaian* dan masuk bareng-bareng, gw berhasil masuk tanpa kesulitan yang berarti, selain itu ada juga salah seorang ibu rombongan lain yang bisa bahasa arab dan marah-marah sama orang yang solat bahkan sampai baca Al-quran di rawdah*ribuan orang yang mau solat disitu dan dengan enaknya dia buka quran dan baca disitu*. Kemudahan ini juga dibantu oleh salah satu jamaah turki yang ikut berorasi*tanpa marah* yang meminta orang-orang yang udah pada solat untuk cepat keluar. Pada akhirnya… gw berhasil solat dengan khusyuk disini :), tanpa takut ke injek-injek lagi.

TIPS: JANGAN BAWA BARANG-BARANG KE RAWDAH, BAWALAH DIRI ANDA SENDIRI-karena nanti barang-barang ini akan sangat merepotkan anda. anyway, kalo laki-laki sih katanya nggak sampe desek"an jadinya nyantai aja.. :)

• Setiap habis selesai solat, para pedagang kaki lima sudah stand-by diluar masjid dengan barang dagangan masing-masing sambil teriak-teriak dengan dua bahasa. Yup! Jangan ditanya lagi, pake bahasa arab dan pake BAHASA INDONESIA! Ada yang jualan jam tangan palsu, kerudung, kaos kaki, siwak(batang pohon siwak yang buat sikat gigi), sampe tukang voucher juga ada. Tinggal pilih dan nggak usah
capek-capek pake bahasa inggris, toh mereka lebih jago pake bahasa Indonesia. :D

• Makam Nabi Muhammad Cuma bisa dimasukin oleh laki-laki-lagi -.- , so bagi kaum hawa yang mau tau makamnya kayak apa, searching aja diinternet daripada berusaha menjebol pertahanan para lascar disana. :D. Dan jika ingin mendoakan nabi, cukup dari luar juga bisa. Ciri khasnya, kubah berwarna hijau, semua kubah di Nabawi berwarna putih kecuali yang dibawahnya ada makam nabi. Anyway disini juga ada yang unik loh, ada beberapa orang yang berdoa sampai merapat ke dinding masjid sanking khyusuknya kali yaa? Kalo diliat sekilas seperti tembok ratapan jadinya..

• Setiap hari senin-kamis jadwalnya puasa sunnah, di pelataran masjid Nabawi, ketika waktunya berbuka, ada yang nawarin kurma muda, dan boleh diambil dengan gratis, cukup mengucapkan “syukron(terimakasih)” saja pada wanita-wanita yang membawa baki kurma itu. Di dalam masjidnya sendiri akan diberikan PAKET buka puasa Cuma-Cuma. Kalo di Indonesia paling dibagi Cuma 3 biji kurma, Nah kalo diarab.. satu Kotak-isinya bisa sekitar 20biji lebih-*bagi yang beruntung*, bagi yang kurang beruntung juga tetap dapet, kurma-kurma dalam satu gelas aqua, dan isinya ga Cuma tiga walaupun dalam gelas aqua, tapi bener-bener sampe penuh. Semuanya bisa diambil dengan GRATIS, walaupun ga Puasa juga tetep kebagian. :D

• Siang hari, kalo jalan dipelataran masjid Nabawi ga pelru takut kepanasan, udah ada payung-payung yang otomatis terbuka setiap matahari mulai bersinar.

Air zam-zam ada dimana-mana, gelas plastic baru sudah disediakan disetiap dispensernya.. mau air yang dingin ada yang biasa juga ada. Di dalam masjid ada, di pelataran juga ada. Mau bawa botol 1,5 lt untuk diisi air zam-zam, juga boleh*kalo nggak malu ditungguin orang-orang yang pada mau minum air zam-zam juga*. FREE!

• Pintu-pintu masjid nabawi yang tebelnya kira-kira 30 cm itu, ukiran-ukiran luarnya terbuat dari emas. Dan jangan bertanya “kok nggak ada yang ngorek-ngorek ya emasnya?”, kalo anda mau tau jawabanya silahkan coba sendiri mengorek emas pintu masjid nabawi*ngapain juga yaa?*, dijamin anda akan kehilangan beberapa bagian anggota tubuh dalam waktu beberapa hari saja. (ini bukan magic, tapi… disini hukumannya hukum potong bagi pencuri, dan nggak ada tuh yang namanya kasasi, banding, dll)





• Anyway… disini nggak ada awan :D, langit biru ceraaaahhh.

A little touched by God: Entah bagaimana awalnya, gw bisa mengenal tantenya kak ardi & kak Dira dan keluarganya, tetapi berkat mereka gw bisa solat di rawdah. Terimakasih banyak tante! :D.

A little touched by God: Gw bertemu dengan seorang wanita Indonesia yang tinggal di Madinah selama 7 tahun bernama Ukhti Nabila, yang bekerja sebagai mutawiff(tour guide) gw waktu itu. Dan berkat dialah(juga seorang kakak yang mengundang Ukhti Nabila berbincang siang itu di kamar gw) pandangan gw tentang wanita bercadar sedikit berubah. Awalnya, gw berpikir.. “wuah, gila nih cewe-cewe arab pake baju hitam-hitam, panas begini lagi.. muka ditutupin pake cadar, ga kepanasan apa?” dan ternyata Ukhti Nabila menjelaskan bahwa, Jika kita memakai ‘abaian’ dan cadar di arab itu lebih nyaman, why? Karena ternyata abaian itu Cuma ‘jaket’ aja, dan justru buat baju didalamnya lebih dingin. Dan soal cadar? Nah, dengan pake cadar wajah terlindung dari sinar matahari juga debu dan jauh lebih lembab (FYI: udara disana sangat kering), jadinya nggak jerawatan deh ^_*. Wow!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!