God's Way is The Most Surprising Thing (From Singapore to Holyland)



Dari sini gw akan bercerita tentang keajaiban yang terjadi pada diri gw. Cerita ini jauh bermula dari dua bulan sebelumnya. Saat itu gw dengan semangat juang dan tanpa pikir panjang, membeli sebuah tiket promo ke singapura,


karena harganya sangat miring-menurut saya- Rp.549.000 (PP,sudah termasuk pajak bandara). Lagi-lagi, gw bermaksud tidak memberitahu kedua orang tua gw, karena menurut gw, mereka tidak akan mengizinkan anaknya pergi keluar negeri sendirian. Dan akhirnya, setelah tanya pendapata sana-sini, dan semua orang bilang(sampe orang yang gw pikir bakalan memberikan nasihat iblis pun), mengatakan hal ini : mendingan lo bilang deh ama ortu lo, ini luar negeri kalo terjadi apa-apa repot.” Dan akhirnya setelah 1 bulan memendam hal ini dari keluarga gw, sehari sebelum keberangkatan gw memutuskan untuk membicarakan hal ini dengan bokap, dan mempersiapkan hati melayangnya duit gw(klo-klo ga diizinin). Beginilah sedikit percapakan antara gw dan bokap siang itu:

Gw : “Gitu, pa.. jadinya gimana?*”-setelah sebelumnya gw menjelaskan itenary yang sangat terperinci sama bokap.

Papa: terdiam dan mengerutkan dahi. “Ya, papa sih nggak mau ngelarang-larang kamu, nanti dibilang papa nggak pengertian lagi… papa sih ngizinin aja, tapi tanya sama mama sana.”

Singkat cerita, akhirnya mereka MENGIZINKAN, nah akhirnye, besok malamnya setelah magrib, gw sekeluarga berangkat keluarga, dan entah apa yang membuat kami mengambil jalur grogol-tebet menuju bandara soe-hat, dan akhirnya …. Gw terjebak macet yang teramat parah sampe SLIPI, dan didepan gedung MPR gw lari-lari di antara mobil-mobil*kayak adegan di film-film gitu* nyari tukang ojek. Setelah naik ojek-dengan tukang ojek bernama Pa Muhaimin- sampe Pluit dimana jalanan sudah tidak macet, gw naik taksi ke Bandara. Dan perlu diketahui sebelumnya gw sempat menantang si tukang ojek untuk sampe di bandara dalam waktu 30 menit karena waktu take off tinggal 1 jam, dan dia tidak menyanggupi, tetapi akhirnya gw sampai dibandara(tepatnya di depan meja check in, setelah dengan sukses menabarak automatic door bandara hingga semua orang menoleh :P)… 1 jam lewat 1 menit . dan si petugas check in itu dengan bahagianya berkata, wuah, mau ke singapur ya? Udah telat tuh. Macet yaa..” gw Cuma ngangguk-ngangguk sama bilang “He-eh” dan beberapa saat kemudian, ada juga ternyata yang senasib ama gw. Hahahah…

beberapa saat kemudian keluarga gw nyampe dibandara, tadinya gw udah berniat marah” sama bonyok yang nganterin gw sore benerr, dan memilih lewat jalur grogol, tetapi… setelah dipikir-pikir, masih mending mereka ngasih pengertian mengizinkan gw*walaupun sebelumnya gw berpikir ini faktr kesengajaan, tetapi gw tau ortu gw bukan orang” seperti itu, mereka lebih milih ngurung gw dalem kamar dari pada gunain cara murahan yang nyiksa diri mereka juga*, dan melihat muka mereka yang nelangsa liat muka gw yang lebih nelangsa lagi, akhirnya gw ketawa aja. Lagipula dipikir-pikir, singapura itu Negara miskin-kata abang gw-. Ga ada apa-apanya dibandingkan, Kuta, gili trawangan, Semeru, Kelimutu, Bunaken, dan banyak hal lainnya. Tetapi perlu gw akui, gw sedikit merasa marah disini, sama diri gw sendiri yang dengan bodohnya membeli tiket itu. Dan akhirnya I’ve had a nice dinning in Airport with my family :D, sambil bokap gw cerita tentang sebuah cerita fable tentang kejutan dari Tuhan, kalo kesialan yang gw alami belum tentu kesialan, bisa jadi itu keberuntungan yang diberikan oleh Tuhan. Yaa, misalnya aja tiba-tiba pesawat yang ga jadi gw naikin meledak atau apa gitu-seperti dalam film final destination- hoho..

Dan malamnya… gw mendapat kan telepon dari om gw, yang mengatakan kalo kita(gw dan Om gw) jadi ke Sumatera secara GRATIS TIS TIS karena suatu hal.Dan gw diminta memesan tiket pesawat. Keesokan paginya, gw sibuk mencari-cari tiket pesawat dan membook tiket pulang pergi ke sumatera. Gw yakin banget ini balasan dari Tuhan karena gw nggak jadi ke Singapura. Setelah mengalami hal-hal yang cukup tidak mengenakan karena maskapai penerbangan itu lagi offline sama ATM, akhirnya gw kesulitan untuk membayar*yang masih ditalangin sama duit bokap dulu*, malamnya akhirnya gw memutuskan untuk menyerah dan mengatakan alasan yang masuk akal sama om gw, kenapa gw nggak jadi ikut, karena gw udah janji sebelumnya bakalan book-in tiket pesawat dll. Dan kembali gw berpikir, “Ah, ternyata ini bukan balasan dari Tuhan, mana nih balesannya? Gw kan udah nggak jadi kesingapur dan nggak ngacak” bandara. Cih..kayaknya kesabaran dibayarnya Cuma di akhirat.” Baru aja gw berpikir seperti itu sepanjang hari, dan malamnya om gw dating ke rumah dan ngomong gini:

Om gw : “Uli, kamu udah bayarin belum tiket pesawatnya?”

Gw: nah, loh. Mati gw. “belom tulang, ATM.nya lagi offline*sambil mengutuk dan menyumpah serampah sistem pembayaran ATM*…”

Om gw : menghela nafas lega ”HUhh… bagus deh. Untung kamu belum bayar. Kita nggak jadi pergi, duit yang dijanjikan ternyata tidak mencukupi.”

Dan dalam hati gw pun berteriak kegirangan… ya Tuhan, coba bayangkan jika sistem ATMnya lagi baik-baik saja.. dan akhirnya gw membayar dan ternyata gw tidak jadi pergi.. hanguslah uang sekian juta rupiah..TETAPI.. lagi-lagi gw berpikir “yah… bulan ini terpaksalah gw mendekam dirumah, karena nggak ada acara. Byebye sumatera, byebye singapur.” Masih sedikit kesel juga karena nggak jadi pergi ke tempat seindah Sumatera, gw masih sering menghela nafas sambil membayangkan pulau nias, bukit barisan, danau toba, dan kawan-kawannya…kapan lah gw bisa ke sumatera gratis tis tis…

Dan tiga hari kemudian…

Ada sesuatu yang terjadi pada gw , dan gw sebenernya sangat amat tidak percaya dengan pendengaran gw, karena tiba-tiba bokap gw bilang. “Dek, besok kamu ikut papa ke mekkah sama madinah.”. dan gw dengan tanpa basabasi bertanya “Emang ada duitnya pa?”, karena sejujurnya saya amat tidak pecaya-sekali dan kenyataannya beberapa hari kemudian, nama saya sudah terdaftar dalam penerbangan ke Jeddah (Kingdom of Saudi Arabia), pada tanggl 28 Juli 2010.

Sungguh… Tuhan punya cara tersendiri untuk mengejutkan hambanya J. So, I Conclude , GOD’s WAY IS THE MOST SURPRISING THING!


A little touched by god : Andaikan saja saya jadi ke Singapura, mungkin saya tidak akan pernah belajar artinya untuk PERGI ke Bandara Soekarno Hatta TIGA JAM sebelum waktu Check-In dimulai yang artinya 4 JAM sebelum take off. Really, I mean it! DAN JANGAN PERNAH MENGAMBIL JALUR TOL GROGOL DALAM KONDISI APAPUN!!

(Another) a little touched by God : Terimakasih pada sistem pembayaran Airasia melalui ATM yang sedang offline, karena berkat itu (berkat-Nya) saya tidak harus ‘menyumbangkan’ beberapa juta rupiah untuk maskapai pernebangan-lagi. ^_^

Komentar

  1. rafika destriana28 Agustus 2010 20.02

    Blog x ini bener2 penuh hikmah...ga setiap yg di mata manusia itu baik di mata Tuhan jg baik, setiap kejadian atau masalah yg ada pasti akan diberikan balasan yg lebih baik, sesutu akan lebih indah kalo tepat jalannya dan tepat pada waktunya...cukup PERCAYA,SABAR N IKHLAS ( susah sich seperti itu karena manusia emng pada dasarnya memiliki sifat ego jd suka maksain kehendak sendiri hehehehe ) . Bagus nich teruskan blognya untuk menginspirasi orang lain

    BalasHapus
  2. hohoho...kakak ku seperti banyak nonton kultum nih kalo sore hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

I quit my job. So, What?

23 Hari Flores (1)

Terima Kasih, Mantan!